Apa Perlu Gua Buat Negara Sendiri?

IMG-20130731-01639

Politik Itu….Munafik dan Kotorrrrr

Hmm..pasca liputan penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar, entah kenapa rasanya semakin marah kalau tahu para pejabat politik itu kurang ajarnya kebangetan. asli!!GUA MARAH parah! KESEL gila! dan gak tau knapa..

padahal gua gak ada berhubungan langsung sama mereka. tapi gila lo!setingkat MK???SUAP??? anjrit! hhuft…*tariknapas

lama-lama rasanya malu aja tinggal di Indonesia yang pejabatnya pada kayak begtuan semua. Coba deh lu smua bandingin sama orang-orang kecil dluar sana. Mereka apa kbr??? heyyy..heloooo! lau-lau tuh gajinya udah pada puluhan juta, ratusan juta! masih aja suap!masih aja korupsi!

nih ya, gua baru tadi lewatin sungai yang letaknya itu ga jauh dari wilayah jiung! dan lo tau! ada bapak-bapak tua lagi mungutin bahkan mulungan botol aqua kosong di genangan sampah kali itu yang penuhnya auzubillah! anjrit lah!mereka itu penghasilan seharinya mungkin cuma sepuluh rebu dua puluh! lah elu!udh pejabat politik, pejabat tertinggi lembaga peradilan negara! aaargh! sumpah kesel banget! huft
lama-lama apa perlu pelajaran politik itu diilangin?? apa perlu sebuah lembaga negara enggak perlu dari lulusan politik?? buat apa mereka lulus tinggi-tinggi dari lulusan luar negeri masih merampas hak rakyat, masih ga bisa adil sama rakyat dan masih kalah sama yang namanya UANG!
gua bukan sok idealis atau sok jujur atau sok begimana. kadang politisi itu penjilat juga lama-lama. minta diberitain yang bagus-bagus tapi kelakuan sebaliknya mentang-mentang punya materi dan harta yang banyak.
coba lu smua liat. orang yang kerja jujur, pemulung, penjual bubur ayam, penjual sate, penjual nasi goreng, yang hanya lulusan setingkat SD atau SMP! mereka lebih baik dari elu para politisi yang ngakunya lulus dari Oxford lah, Harvard lah. ntahlah! itu smua ga guna kalau kelakuan masih pada begitu.
kesianlah sama orang tua yang udah biayain sekolah mahal-mahal, tinggi-tinggi sampai ke luar negeri kalau kelakuan kalian para pejabat poltisi, pejabat peradilan enggak tahu malu kayak gitu. Kesian bokap lu yang udah kerja siang malem buat biayain sekolah, kesian nyokap lu yang udah nyisihin makanan buat lu padahal nyokap lu masih laper. ckckckck.. asli, gak abis pikir…
Rakyat ini mau ngadu ke siapa lagi sih…
Lembaga Peradilan TERTINGGI Negara aja begitu…
Gimana mau mengamalkan sila kelima pancasila..KEADILAN sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, GIMANA juga tanggung jawab atas sila pertama, KETUHANAN yang Maha Esa….
Sabar jadi rakyat Indonesia…
Apa perlu gua buat negara gua sendiri? yah walaupun nantinya juga gua ga yakin kalau negara yang gua buat bisa bebas korupsi dan suap.
percuma kalau orang jujur itu hanya puluhan orang, tapi orang enggak jujur jutaan orang…
gua cuma ga terima negara Indonesia yang majemuk ini, KAYA BUDAYA, KAYA SDM, KAYA PEMANDANGAN ALAM, KAYA PANTAI tapi dikelola sama orang yang MISKIN IMAN, MISKIN MORAL dan MISKIN HATI

CURUG MALELA “Niagara Mini” of Jawa Barat

Tak bisa dipungkiri lagi Indonesia tak hanya memiliki kekayaan budaya yang beragam, tetapi juga keindahan alam yang luar biasa. Berada di kota Bandung membuat Saya tergiur untuk mengeksplorasi daerah-daerah yang memiliki potensi wisata yang cukup bagus.

CURUG MALELA merupakan curug yang berada di kawasan Bandung Barat Jawa Barat. Kata  “Curug” memiliki arti air terjun. Curug ini sangat indah. Curug ini cukup tinggi, mungkin kurang lebih sekitar lebih 50 meter atau lebih. Bentuk curug ini bertingkat-tingkat. Air mengalir begitu derasnya dari atas. Namun perlu perjuangan yang cukup tinggi untuk melihat keindahan air terjun ini.

curug malela jawa barat

Saya dan teman-teman berangkat dari kawasan sekitar bojong soang menuju cimahi kemudian padalarang kemudian ke daerah cililin, lalu masuk ke daerah gunung halu. Dari gunung halu masih ada perjalanan panjang menuju curug.

Jalanan yang buruk membuat perjalanan menjadi agak lama. Bisa dikatakan akses menuju curug ini sangat buruk, karena kita harus melalui jalanan “offroad”.

Tapi jangan berputus asa dulu, karena sepanjang jalan kita akan ditemani oleh panorama yang luar biasa indah. Pegunungan-pegunungan yang berbentuk piramida, hamparan sawah hijau yang menyejukkan mata, hamparan perkebunan teh, serta aliran sungai yang melintasi daerah penduduk. Sama persis ketika kita duduk dibangku sekolah dasar kita menggambar pemandangan gunung dan sawah dengan imajinasi yang indah. Di sana, imajinasi tersebut bukan sekedar bayangan, namun merupakan sebuah gambaran nyata dari imajinasi kita. Selain itu, udara sejuk yang menyelimuti akan semakin membuat kita terpana atas kebesaran-Nya yang maha kuasa atas segalanya. Saya sendiri beserta teman yang saya bonceng tak henti-hentinya mengucap syukur karena melihat keindahan yang luar biasa indah.

Ketika sampai di depan gerbang menuju curug malela, kita masih harus berjalan menelusuri hutan dan jalanan setapak. Perjuangan masih belum berakhir. Karena jalanan terjal dan licin, kita harus hati-hati dalam melangkah.

entri to lokasi malela

Namun semua rasa lelah setelah menempuh kurang lebih 5 jam, akhirnya terbayarkan setelah melihat Curug Malela yang luar biasa indah. Cucuran air tidak hanya dari satu sumber, tapi dari beberapa arah, oleh karenanya curug malela lebih lebar dibandingkan dengan curug biasanya.

Berdasarkan peta topografi, Curug Malela memiliki ketinggian kurang lebih 50 m dan lebar mencapai 70 m. Airnya berasal dari Sungai Ci Curug. Air ini terjun di atas batu breksi dan konglomerat yang sangat keras, berumur Miosen Atas, kira-kira 10 hingga 5 juta tahun. Kesan yang timbul dari kerasnya batuan dapat dilihat dari morfologi batuannya yang memperlihatkan dinding-dinding tegak yang licin. Begitulah rupanya mengapa Niagara kecil ini dinamakan ‘malela’ yang mengambil dari Bahasa Kawi yang berarti ‘baja’ (ayotamasya.com).

Toponimi Curug Malela (baja) juga bersesuaian dengan nama sungainya, Ci Curug, yang berarti ’sungai air terjun’. Hulu Ci Curug berasal dari lereng utara Gunung Kendeng dengan bekas kaldera raksasanya yang berdiameter hampir 15 km. Dari gunung api yang telah mati, yang terletak di sebelah barat Ciwidey, ini mengalir jaringan sungai Cidadap. Cidadap mengalir ke arah barat laut melalui Kecamatan Gununghalu menggerus rangkaian batuan keras yang umumnya berciri produk letusan gunung api tua.

Aliran Cidadap setelah melewati utara Bunijaya, kemudian mengalir sebagai Ci Curug dan memasuki relief sangat terjal di suatu dataran tinggi yang dulu dinamakan Plateau Rongga. Ciri biasa bagi sungai-sungai yang mengalir di atas plateau, pola alirannya terganggu oleh air terjun yang bertingkat-tingkat. Itulah yang terjadi pada aliran Ci Curug. Selain Curug Malela yang terbesar, ke arah hilir terdapat beberapa tingkat air terjun yang dinamakan Curug Katumiri dan Curug Ngebul, sebelum sungai ini bermuara ke Ci Sokan.

(http://intisari-online.com/read/curug-malela-niagara-mini-di-cimahi)

Air dari curug ini cukup dingin dan menyegarkan. Tak ada salahnya anda mencoba membasuh muka anda dengan air tersebut karena akan terasa sangat segar sekali..:D

ayooo berteman dengan alaam🙂

bersama tmn2

Jembatan Cincin Jatinangor

Situs sejarah kali ini masih berada di Jatinangor yakni jembatan yang lagi2 saya bilang keren yakni JEMBATAN CINCIN

jembatan cincin

Awalnya ketika melewati jembatan tersebut, saya kira ini jembatan itu adalah jembatan biasa yang didirikan warga sekitar jatinangor sebagai akses jalan mereka. Namun siapa sangka lagi2 jembatan tersebut merupakan sebuah saksi sejarah?

Jembatan di Cikuda yang sering disebut dengan nama Jembatan Cincin pada mulanya dibangun sebagai penunjang lancarnya kegiatan perkebunan karet. Jembatan Cincin dibangun oleh perusahaan kereta api yang bernama Staat Spoorwegen Verenidge Spoorwegbedrijf pada tahun 1918 dan berguna untuk membawa hasil perkebunan. Pada masanya jembatan ini menjadi salah satu roda penggerak perkebunan karet terbesar di Jawa Barat dan setiap pagi hari hasil bumi dari Tanjungsari dibawa melalui jembatan ini untuk dijual di Rancaekek. Rutinitas itu berjalan terus sampai kemudian pada Perang Dunia II tentara Jepang mengangkut besi-besi rel untuk dilebur menjadi persenjataan perang.” ( http://id.wikipedia.org/wiki/Jatinangor,_Sumedang )

Jembatan cincin ini berada dekat dengan fakultas ilmu komunikasi UNPAD jatinangor. Menurut beberapa sumber, jembatan tersebut terkadang digunakan untuk olahraga terjun bebas.

Mungkin bagi masyarakat yang tinggal di sekitar jatinangor sudah mengetahui keberadaan jembatan ini dan mengetahui sepenggal sejarah yang terkandung di dalamnya, namun bagaimana dengan masyarakat lain? ketika mengunjungi jembatan tersebut, keadaannya memang tidak terlalu terawat dan mungkin sudah tidak menjadi salah satu perhatian dari pejabat pemerintah yang menangani situs-situs sejarah. Apakah ini lagi2 merupakan saksi sejarah yang terabaikan?

Menurut PT KAI, jembatan ini tidak pernah diperbaiki karena sudah tidak digunakan lagi. Sedangkan menurut Dinas Budaya dan Pariwisata Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, perawatan bangunan bersejarah tidak termasuk dalam tanggung jawab dinas tersebut karena dinas ini hanya bertugas memperhatikan dan membina nilai-nilai budaya.” (http://id.wikipedia.org/wiki/Jatinangor,_Sumedang)

Menara Loji Jatinangor

Siapa sangka daerah Jatinangor memiliki salah satu situs sejarah yang cukup menarik. Saya yakin situs ini sudah banyak diulas oleh para blogger atau orang lain. yap! menara keren satu ini bernama MENARA LOJI..

Menara Loji Jatinangor

Menara Loji Jatinangor

Menara keren satu ini merupakan benda peninggalan sejarah dari jaman Belanda. Letak menara ini persis berada di depan gerbang universitas winaya mukti (unwim). Namun sekarang unwim yang disana katanya sudah dibeli oleh pihak ITB. Posisi menara ini berada di tempat yang sangat terlihat oleh mahasiswa UNPAD karena memang masuk ke dalam wilayah jalan menuju kampus UNPAD.

Berkali-kali saya pergi main (*ceritanya main) ke kampus UNPAD jatinangor namun saya tak menyadari keberadaan menara ini. Saya mengetahui Menara Loji setelah saya melihat lukisan Menara Loji di salah satu tempat makan di Jatinangor bersama salah seorang teman. Bahkan teman saya itu yang sudah hampir 5 Tahun mengecam pendidikan di UNPAD Jatinangor pun tak mengetahui keberadaan menara itu.

Setelah kemarin saya berkunjung ke menara tersebut, keadaannya memang seperti yang terlihat pada gambar diatas. menara setinggi kurang lebih hampir mencapai 10 meter berdiri kokoh sejak taun 1800-an silam. Menurut salah satu penjaga gerbang kmpus Bapak Karyono, menara tersebut tadinya bisa dikunjungi dan bisa naik ke atas menara,namun karena menurutnya disana terdapat banyak “makhluk gaib” akhirnya pintu menara tersebut ditutup dan dijadikan tembok sepenuhnya.

Menara jam yang oleh masyarakat sekitar sering disebut dengan nama Menara Loji dibangun sekira tahun 1800-an. Menara tersebut pada mulanya berfungsi sebagai sirene yang berbunyi pada waktu-waktu tertentu sebagai penanda kegiatan yang berlangsung di perkebunan karet milik W. A. Baud. Bangunan bergaya neo-gothic ini dulunya berbunyi tiga kali dalam sehari. Pertama, pukul 05.00 sebagai penanda untuk mulai menyadap karet; pukul 10.00 sebagai penanda untuk mengumpulkan mangkok-mangkok getah karet; dan terakhir pukul 14.00 sebagai penanda berakhirnya kegiatan produksi karet” (http://id.wikipedia.org/wiki/Jatinangor,_Sumedang)

Namun yang belum jelas sampai sekarang adalah keberadaan lonceng dari menara tersebut.

“Sekira tahun 1980-an lonceng Menara Loji dicuri dan hingga kini kasusnya masih belum jelas; baik mengenai pencurinya, apa motifnya, dan bagaimana tindak lanjut dari pihak berwenang. Bahkan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang pun – selaku pihak yang seharusnya mengawasi pemeliharaan cagar budaya – tidak tahu-menahu mengenai kelanjutan kisah pencurian itu(http://id.wikipedia.org/wiki/Jatinangor,_Sumedang)

Namun menurut keterangan Bapak Karyono, lonceng tersebut ridak hilang namun berada di Museum Sumedang. Saat itu, Saya belum sempat mengkonfirmasi dan pergi menuju Museum Sumedang karena keterbatasan waktu untuk mencari kebenaran atas sebuah fakta ini. (*mungkin nanti klo Saya ada waktu pergi mengunjungi museum sumedang).

Dimanapun lonceng itu berada, menara Loji masih tetap berdiri kuat dan sayangnya tidak banyak orang mengetahui keberadaan menara itu. Memang jujur saja menara itu terlihat biasa, tapi ternyata Sejarahlah yang membuatnya luar biasa.

Tak jauh dari menara tersebut bahkan terdapat situs sejarah lain, yakni makam dari Pangeran Baud, sang pemilik perkebunan karet dan menara Loji tersebut. Makam istrinya pun terdapat tak jauh dari letak Makan Pangeran Baud.

makam Pangeran Baud

makam Pangeran Baud

Bisa kita lihat keadaan makam itu sekarang. Sungguh sangat tidak terurus. Sangat disayangkan sekali. Bapak Karyono mengatakan bahwa dahulu makam tersebut dikelilingi oleh pagar dimana dipucuk pagarnya terdapat emas,namun kini hilang karena dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Bapak Karyono pun mengatakan konon katanya di dalam makam tersebut terdapat harta karun yang banyak. Namun hingga saat ini belum ada orang yang berani menggalinya (*apakah anda berminat?? :D)

Di dekat makam Pangeran Baud, terdapat makam istrinya dan keadaan makam tersebut pun tidak terurus sama sekali

makam istri pangeran baud

makam istri pangeran baud

Mungkin anda para pembaca harus sekali-sekali mengunjungi tempat ini. Yang disayangkan dari situs-situs sejarah ini adalah keberadaannya yang terkadang terabaikan oleh para pihak pengelola. Bukan hanya situsnya, tetapi cerita dibalik situsnya itu sendiri. Apakah ini adalah bagian dari saksi sejarah yang terabaikan?🙂

Pengalaman Guru Paling Berharga

Bulan ini adalah bulan cukup berat buatku. magang telah terlaksana, kini laporan magang menyelimuti hari-hariku. Rasanya rasa lelah sudah cukup menyelimuti badan ini. Ternyata bekerja itu tidak mudah. Butuh perjuangan yang cukup besar. Apalagi menjadi seorang reporter atau wartawan. Sumpah! capeee bgttt….apalagi kalo reproter, kameramen dan editor dikerjakan oleh satu orang! beuh…capenya ga ketulungan GAN!!! yah tapi mau gimana lagi, kewajiban dan tuntutan dari kuliah (*maklum,msh kuliah,masih muda..haha).. bakalan lain cerita kalo kita digaji..haha..xp

I just try to make it enjoy. Tapi ditengah rasa lelah yang begitu besar, ternyata ada hal lain yang membuat magang ini menyenangkan. Pergi liputan ke berbagai tempat dan bertemu dengan berbagai orang membuat perjalanan liputan menjadi terasa menyenangkan..^-^ Bertemu pak menteri kominfo pada seminar nasional tentang keamanan data di Hotel Savoy Homan Bandung, makan banyak, dapet flash disk 4GB (Pameeeeeeeerrrrr…), ketemu para pejabat negara, bertemu dengan kameramen-kameramen dari beberapa stasiun TV lokal yang hadir pada saat itu sharing-sharing cerita dan yang pasti dapet ilmu baru.

Terus pergi ngeliput ke Kongres Anak Indonesia digedung Merdeka Bandung. Seneng bgt, abis akhirnyaa aku bisa masuk ke Gedung Merdeka..haha..(*masa iy selama tinggal di bandung gak pernah masuk ke sono..:D ) trus ketemu ka seto mulyadi, bpk arist merdeka sirait dan anak-anak Indonesia dari sabang sampai merauke. Lucu deh Baju-baju yang dipake sama mereka. Disitu kerasa banget rasa nasionalisme mereka. Merinding ngedenger mereka bilang “anak indonesia, Yes!” berasa kembali ke masa anak-anak..hee… dan saat itu, rasanya diakui sebagai PERS bangga aja rasanya..”dari PERS yah?” ditanya begitu rasanya merinding..abis masih magang sih…haha..tapi akhirnya kita jawab dengan pedenya “iya, kita dari diskominfo JABAR”..:D

Dan masih banyak lagi pengalaman-pengalaman unik dan lucu jika diingat-ingat kembali. Gak bakalan cukup nyeritain semua lokasi liputan dan apa aj yang kita dapet disana.

Aku dan teman-teman lain mulai benar-benar menikmati perjalanan menjadi seorang reporter. Banyak hal yang ditemui sampai dengan hari ini, mulai dari rasa lelah mencari fakta dari sebuah kejadian, respon kurang menyenangkan dari narasumber yang akan ditemui, cekcok dalam tim liputan, dan hal lain. Sungguh tak akan pernah terbayarkan oleh apapun. Semua pengalaman ini sangat berharga.

Taman Budaya Jawa Barat (Taman Budaya Dago)

Salah satu identitas bangsa Indonesia adalah memiliki kekayaan seni dan budaya yang bercitra adi luhur. Namun apabila tidak ada upaya yang optimal untuk mempertahankannya, kekayaan ini bisa tergerus oleh budaya popular yang masuk ke Indonesia yang datang seolah tanpa ampun. Jawa barat merupakan salah satu daerah di Indonesia yang kaya akan budaya, khususnya budaya sunda. Beragam tarian, nyanyian, seni music sunda hadir sebagai salah satu asesoris yang berperan menambah nilai estetis dari propinsi Jawa Barat.

Taman budaya jawa barat merupakan salah satu strategi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan propinsi Jawa Barat untuk mengkaji, mengembangkan dan mempertahankan seni budaya Jawa Barat. Taman budaya ini dikelola oleh Balai Pengelolaan Taman Budaya. Taman Budaya ini merupakan wadah yang memfasilitasi kreasi-kreasi kesenian Jawa Barat sesuai dengan salah satu misinya yakni menggalang berbagai sector dan potensi secara bersama-sama untuk memfasilitasi kehidupan seni dan budaya.

 

Jika bosan berkunjung di berbagai pusat perbelanjaan atau kafe, tidak salah jika kita melirik pusat kebudayaan tradisional sebagai alternatif tempat nongkrong. Hampir setiap minggunya, ditempat ini digelar berbagai pertunjukkan seni Jawa Barat baik dari seni tari, seni music,teater, maupun olahraga tradisional sunda. Lokasinya pun mudah ditemukan karena terletak di daerah yang strategis dan cukup dikenal yakni di daerah sekitar dago, tepatnya di jalan bukit dago selatan no. 53 A.

Kalender kegiatan seni budaya

Kesenian BAJIDORAN merupakan pertunjukkan andalan dari Taman Budaya karena pada pertunjukkan ini, penonton diajak untuk ikut berpartisipasi dalam pertunjukkan. Bajidoran ini ditampilkan rutin setiap tahun baru dan sangat mendapatkan apresiasi dari masyarakat Jawa Barat. Terbukti penonton pada pertunjukkan tersebut mencapai lebih dari 2000 penonton. Padahal kapasitas dari tempat pertunjukkan hanya 2000 penonton.

Pengelola Taman Budaya menyediakan sarana dan prasarana untuk pengembangkan dan mendukung kemajuan kebudayaan jawa barat yang pengadaannya dari pemerintah, diantaranya Gedung teater tertutup, gedung teater terbuka, Cafetaria, Teater Taman, Galeri, Sanggar Tari, wisma seni dan gedung secretariat.

Galeri taman budaya jawa barat

lokasi sekitar taman budaya

gedung theatre terbuka

Bahkan Balai Pengelolaan Taman Budaya menyediakan pelatihan-pelatihan bagi mereka yang ingin belajar berbagai kesenian jawa barat yang pelatihnya disiapkan oleh pihak balai.

anak-anak yang mengikuti sanggar tari di taman budaya

rumingkang pun hasil dari pelatihan sanggar tari taman budaya

batik hasil karya pelatihan di pajang

lukisan yang dipajang di taman budaya

Kekayaan budaya tersebar di 25 kab/kota se-Jawa Barat. Sebagai ilustrasi, keindahan kota Bandung dijuluki oleh Bangsa Belanda dengan sebutan Paris Van Java. Artinya budaya kita sangatlah dikagumi di dunia internasional. Bahkan Taman Budaya ini ternyata sering juga melakukan pertukaran budaya dengan beberapa kebudayaan asing seperti pusat kebudayaan Prancis atau Centre Cultural Francais (CCF), Japan Foundation dan Goethe-Institut yang ternyta sempat juga menggelar berbagai acara di bidang seni rupa, pameran, seni pertunjukan di Taman Budaya. konon katanya, Taman Budaya Dago ini akan dijadikan laboratorium seni budaya dan kita sebagai bangsa Indonesia harus bangga karenanya.

The Trully Bandung

Bandung Lautan Api..

ya itu merupakan salah satu julukan dari dari Kota Kembang yang merupakan ibu kota dari Propinsi Jawa Barat. Salah satu yang menjadi daya tarik orang datang ke kota bandung adalah kulinernya. Sebagian orang bahkan bilang klo bandung itu “Surganya Makanan”. Waaah…semenarik apa sih bandung ini? sangat menarik!bahkan jika pada weekend kita menelusuri kota Bandung bagian utara. tepatnya ke arah lembang. Jalanan padaat merayap seolah semua orang sedang berlomba-lomba untuk memperebutkan sesuatu.

Berbagai makanan unik tersedia dikota ini dan didukung oleh harga yang mudah dijangkau dan sangat membuat hati ingin mencoba. Pokoknya yang dateng ke Bandung ga akan nyesel deh..(*ibaratnya gitu sih..)🙂

nah selain dari segi kulinernya, Bandung terkenal juga dengan tempat wisatanya seperti Kawah Putih Ciwidey, Tangkuban Perahu di Lembang, Kebun strawberry ciwidey, tempat wisata batu kuda di kaki gunung manglayang dan lain sebagainya. Semua ituuu adalah tempat wisata yang sudah sangat terkenal di Bandung dan di luar kota Bandung.

Namun siapa sangka di daerah Cicaheum atas,tepatnya di daerah Caringin tilu, ada spot dimana kita bisa melihat keindahan yang luar biasa dari kota Bandung dari atas. Untuk memasuki kawasan ini, kita masuk dari daerah cicaheum,melewati jalan saung angklung ujo dan terus naik ke atas. Memang jalan untuk menembus spot tersebut sangat butuh pengorbanan karena jalan yang akan kita lewati tidak begitu bagus. Jalanan menanjak, ditambah banyak polisi tidur dan jalanan berlubang! dahsyat! namun ada pepatah mengatakan bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian. Dan memang benar, karena setelah sampai diatas ,kita akan bisa melihat kota bandung dari atas. dan Sungguh sangat menakjubkan melihat lautan lampu-lampu yang berpijar (*klo liatnya malem). Tapi memang sangat indah jika diliat pada malam hari.

daerah caringin tilu - >cartil (photo by : marshall malik)

baguskan!

untuk melihat keindahan ini, kita tidak dipungut biaya,.kalau pun mw mengeluarkan uang,paling buat makan atau minum di sekitar daerah sana yang menjual keindahan spot tersebut. Dan jika ingin kesana pada malam hari, jangan lupa memakai baju hangat karena udaranya sungguh sangat dingin!

hm..sebenarnya akuu sdikit kepikiran sesuatu..

sesuatu yang buruk terkadang akan terlihat bagus dari jauh,karena kita belum mengenal sesuatu itu..

kota Bandung,jika dari atas memang sungguh indah tp bagaimana jika kita turun kkota dan merasakan sendiri keadaan kota bandung yang sesungguhnya..

yang penting alhamdulillah masih bisa melihat keindahan melalui lensa mata sendiri daripada hanya melalui sebuah foto. Come on!feel the trully Bandung in this place Buddy!
😀

yang Berbuat,yang Bertanggung jawab

Bayangkan, jika seorang ibu menyulam sebuah sweater yang indah sebagai hadiah untuk anaknya, namun ketika sweater itu diberikan, anak tersebut malah merusaknya..bagaimanakah perasaan sang ibu???

Alam yang ada dibumi, yang diciptakan Sang Pencipta, yang dibuat melalui segala kekuasaannya sehingga menjadi  indah dan nyaman untuk dhuni oleh manusia..namun sayang,keindahan alam ini justru dirusak oleh manusia itu sendiri.

Beberapa hari yang lalu, aku dan keluarga pergi berlibur ke jogja. Dan karena aku lagi ngidam pengen ke pantai (*wups…ada gituuu yah ngidam ke pantaii…) abis pengen banget ke pantai..secara tempat tinggalku (alias kosanku tercinta) terletak di daerah yang sungguh berdebu dan cukup gersang karena merupakan jalur industri..akhirnya kita bermain ke PANTAI PARANGTRITIS JOGJA

Sesampainya disana, kita disambut oleh awan cerah langit biru kemudian disusul oleh hamparan permadani hijau pohon-pohon yang tumbuh lebat dan angin-angin yang lembut menyapa. Memasuki daerah pantai, mata kita akan dihibur oleh indahnya laut diseberang sana, tebing-tebing terjal yang menjulang tinggi, gulungan ombak yang tinggi dan seolah menyambut gembira setiap kedatangan turist yang ingin menikmatinya. Ingin rasanya segera menyentuh segarnya air dalam gulungan ombak. Langkah kakiku pun dipercepat agar segera sampai disana.

Namuuunnn….baru aku melepas sandal yang kupakai,semua keindahan itu terasa terganggu. Pandangan mata pun sudah tak indah lagi….

ya..masalah yang selalu berkembang di masyarakat..SAMPAH ada dimana-mana….

lihatlah..

betapa kotornya pantai ini..sentuhan lembut pasir pantai yang menyentuh jemari kaki tiba-tiba menjadi kasar..dan mata pun seolah terasa sakit..

SAMPAH…tidak akan menjadi sebuah permasalahan jika setiap orang memiliki kesadaran untuk membuang pada tempatnya. Sejak kanak-kanak kita semua telah diajarkan untuk “membuang sampah pada tempatnya”, namun mengapa belum ada kesadaran yang tumbuh dimasyarakat untuk tidak merusak lingkungan alam yang indah yang telah diciptkan untuk kita..secara psikologis, memang manusia memiliki sifat untuk merusak, namun karena itu pula manusia diberi akal yang sehat sehingga manusia adalah makhluk tuhan yang berbeda dengan hewan. Saya tidak mengatakan bahwa manusia yang membuang sampah sembarangan itu seperti hewan, namun sifat merusak pada manusia terkadang merugikan. Bahkan hewan sekalipun senantiasa menjaga alam yang menjadi habitatnya karena mereka ingin tempat tinggal mereka nyaman.

Tempat wisata alam yang menjadi daya tarik di Indonesia pun terganggu akibat SAMPAH ini. Seperti saya kemarin yang ingin menikmati alam pantai, tiba-tiba kenikmatan itu sedikit terganggu karena tebaran sampah yang ada disana. Mau foto-foto juga ko rasanya ga enak yah dengan background sperti itu. Pasir pantainya pun menjadi agak menghitam. Dimanakah kesadaran manusia sebagai makhluk tuhan yang seharusnya menjaga segala sesuatu pemberian-Nya??

Selain itu, seharusnya pengelola pantai pun menyadari akan betapa banyaknya sampah yang berada di pinggir pantai. Pertama, sampah berada ditepi pantai, lama-lama akan terbawa arus air, gelombang air menuju lautan. bayangkan apa yang terjadi jika lautan kita menjadi kotor karena SAMPAH. Sungguh ironis….

Padahal jika kita perhatikan, kota jogja adalah kota yang cukup bersih dari tebaran SAMPAH (tapi itu dikota..). Jalanan dkota jogja termasuk kota yang bersih, tapi kenapa di daerah pantai yang menjadi tempat wisata menjadi sangat kotor?

sungguh disayangkan…

ALam ini merupakan tempat kita berpijak..

Alam ini merupakan tempat tinggal kita…

ALam merupakan sahabat kita..

Alam merupakan hamparan mutiara yang luas yang harus kita jaga…

but finally, Saya berusaha menikmati suasana pantai itu..(dengan berfoto-foto ga jelas..hahaha..)

overall, semua kembali kepada diri sendiri,, kan sayang klo kenikmatan yang kita peroleh dari alam menjadi sebuah ketidaknyamanan akibat ulah kita sendiri, iya toh?

mari jaga lingkungan alam yang kita miliki dibumi pertiwi dan bumi kita yang sudah tua ini..

jangan ada lagi bencana akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, yang pada akhirnya manusia sendiri yang menanggung akibatnya…

Walau Sempit, tak mati kreatifitas…

“Dayeuh Kolot” , ya sebuah kota di salah satu pinggiran kota Bandung. Tidak..mungkin memang sudah masuk ke dalam wilayah kabupaten Bandung, siapa yang tidak mengenal wilayah tersebut. ‘Daerah banjir’, ‘daerah macet’,’jauh dari kota’,’airnya kotor’, ya..itulah kalimat-kalimat yang sering kita dengar dari mulut masyarakat yang tinggal di daerah kota mengenai ‘Dayeuh Kolot’. Kita akan mulai terbayang mengenai daerah-daerah kotor yang tidak terurus seperti dipinggiran kota. Bagaimana anak-anak sekolah dapat berkembang disana dan bagaimana mereka bermain krena lahan dan daerah-daerah yang sudah banyak dijadikan daerah industri dan kawasan pendidikan serta dijadikan usaha tempat kost. Namun siap sangka daerah yang cukup sempit untuk dijadikan ruang gerak tidak mematikan berbagai aktifitas dan kreatifitas dari anak-anak untuk terus berkarya dan bermain mewujudkan impian mereka di masa depan.

kreatifitas semakin meningkat

Suatu hari, dalam rangka mengerjakan tugas kuliah, saya menelusuri kawasan di dayeuh kolot itu. Kemudian disatu gang di kawasan jalan telekomunikasi terusan buah batu, terdengar gelak tawa dari anak-anak. Perlahan saya mendekati sumber suara tersebut,ternyata ada segerombolan anak-anak yang sedang bermain engrang. Terlihat dari senyum dan tawa anak-anak tersebut, mereka terlihat bahagia bermain diruang yang sempit itu. Kreasi mereka untuk terus bermain dan menciptakan suatu permainan terus diasah. Dibandingkan dikota, anak-anak jaman sekarang seperti tidak pernah merasakan yang namanya masa kanak-kanak. Anak-anak yang hidup ditengah kota, ditengah era globalisasi cenderung memilih bermain di dalam mall, menonton di bioskop bahkan mungkin berkutat di depan komputer atau warnet untuk terus meng’update‘ status dijejaring sosial. ya.itulah anak-anak jaman sekarang. Walau nama daerah dayeuh kolot sering dinilai negatif, namun ternyata tidak begitu. Anak-anak dapat terus bermain.

 

 

 

canda tawa mereka...

lihat wajah polos mereka...

Pada hari berikutnya, saya melihat anak-anak bermain bola di tengah gang yang sempit. Mereka tidak memiliki wilayah  untuk bermain di lapangan yang luas, bahkan di stadion sekalipun. Namun anehnya ketika saya bertanya pada mereka ‘ade-ade pada pengen jadi pemain bola ya?’, dengan wajah polos mereka menjawab ‘engga teh,cuma ingin bermain dan yang penting senang’. hmm…cukup aneh untuk jawaban seorang anak yang kira-kira beurmur 7 atau 8 tahun. Namun mungkin siapa sangka beberapa tahun ke depan, mereka bisa berkembang menjadi seorang pemain sepak bola yang handal dan bisa membawa negara Indonesia menuju piala dunia. Who Knows???


anak-anak bermain bola di gang

gelak tawa mereka..

Kreatifitas yang dimiliki seorang anak tidak akan dapat tertahan oleh siapapun dan kapanpun. Karena pada nantinya, mereka akan memiliki suatu bakat yang akan muncul. Tak peduli mereka tinggal di Kota atau di pinggiran kota. Yang membedakan hanyalah pola pikir. Kehidupan kota yang selalu dimanjakan oleh teknologi yang serba cepat membuat otak manusia tidak berkembang karena mereka tidak memikirkan suatu cara untuk keluar dari suatu kesulitan dan sebaliknya kehidupan yang keras dipinggiran kota membuat manusia semakin berpikir kreatif untuk menghadirkan sesuatu yang baru. Jadi jangan pernah menyepelekan anak-anak yang sering dibilang  ‘ndeso’.

:p

BURANGRANG FooD

Saat ini banyak sekali makanan beredar dimasyarakat. Tak hanya masalah teknologi yang berkembang, tapi juga kreatifitas manusia pun semakin meningkat di bidang tata boga. Bagi orang-orang yang senang berwisata kuliner, mungkin tak cukup satu hari untuk mencari berbagai makanan baru hasil kreatifitas manusia dalam satu hari..

hm..

sore itu, iseng nyari pisang goreng menyusuri jalan,eh nyampenya ke jalan burangrang di Bandung…padahal gw am tmn gw berangkat dari dayeuh kolot! jauh amat yah nyari pisang goreng ampe ke jalan burangrang…-,-”

kita lagi nyari pisang goreng yang banyak pasir2nya gitu (pisang yang banyak kriuk2nya ituuu…pokokny gitu deeee..susah dijelaskan dengna kata2..hihi.)

dan saat itu,kita dikagetkan dengan gerobak yang yang menjual makanan jadoel banget bertuliskan kue balok JANDA…

(back to memory ketika gw makan di nasi bancakan,ngeliat kue balok,tpi ga kesampean mau nyoba)

finally,perhatian kita tertuju ksitu, dan akhirnya tertarik untuk membeli jajanan makanan jaman dulu ini…

kue balok

hmm..cobain deh

namanya cukup unik..KUE BALOK SARANG JANDA..penjualnya bilang, JANDA merupakan singkatan dari JAJANAN SUNDA,,jadi maksud dari nama tersebut, di dalam tempat tersebut, terdapat berbagai jenis jajanan sunda,,tempatnya cukup unik. hanya dengan gerobak dan beratapkan terpal,tapi di dalamnya ternyata tak hanya ada kue balok,tapi terdapat jenis kue jadul khas sunda lainnya. seperti sejenis kue wajit,kacang2an,bandrek dan makanan lainnya. memang sepanjang jalan burangrang hanya disinilah terdapat kue balok dan merupakan tempat jajanan makanan tempo doeloe. tertarik datang? tapi bukanya mungkin hanya malam saja. cenderung orang-0rang mulai hunting makanan dari sore menjelang malam.

ternyata cara membuatnya cukup unik..

rasanya c sama saja seperrit kue pukis,namun cara membuatnya adalah dibakar diatas arang yang panas..bagian atas kue pun agar matang,ditimpa dengan arang panas..cukup unik dan cukup merepotkan,,(haha..apalgi abang yang jualnya y!!)

bara api untuk membakar kue balok

 

Sudah lama kue balok ini tidak banyak beredar disekitar masyarakat sunda karena tertutupi dengan berbagai jenis makanan lain yang lebih kreatif  dan inovatif. Banyak sekali kue-keu “aneh” yang ada di kota bandung seiring semakin berkembangnya kreatifitas manusia untuk senantiasa mencari hal-hal baru yang dapat dijadikan peluang mengeruk rejeki. namun tak ada salahnya kan melestarikan makanan-makanan yang jaman dulu pernah ada di Indonesia. cara-cara pembuatan kue yang masih tradisional justru kadang lebih mengundang selera dibandingkan dengan cara pembuatan makanan yang serba instan.

Dijaman era seperti sekarang memang sudah serba instan. Seluruh makanan pun sudah banyak yang serba instan yang banyak mengandung bahan kimia. Tuntutan kegiatan manusia yang semkin sibuk membuat manusia menginginkan yang serba instan yang sebenarnya berbahaya untuk kesehatan. Makanan-makanan tradisional yang cara pembuatannya lebih aman jarang dipilih oleh masyarakat sekarang karena sudah terbukanya gerbang informasi yang begitu lebar.

namun seperti budaya, kita pun tak boleh lekas melupakan makanan yang pernah menjadi makanan keseharian negara kita ini. Karena ternyata untuk jaman sekarang, kue-kue seperti itu tergolong unik dan mungkin memiliki nilai jual yang tinggi jika di eksport ke negara-negara yang berpotensi untuk menyukai makanan tersebut. Kita sebagai bangsa Indonesia harus terus bangga akan kekayaan yang kita miliki,baik dari makanan, budaya, kekayaan alam dan lain sebagainya.

:p

« Older entries
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.