yang Berbuat,yang Bertanggung jawab

Bayangkan, jika seorang ibu menyulam sebuah sweater yang indah sebagai hadiah untuk anaknya, namun ketika sweater itu diberikan, anak tersebut malah merusaknya..bagaimanakah perasaan sang ibu???

Alam yang ada dibumi, yang diciptakan Sang Pencipta, yang dibuat melalui segala kekuasaannya sehingga menjadi  indah dan nyaman untuk dhuni oleh manusia..namun sayang,keindahan alam ini justru dirusak oleh manusia itu sendiri.

Beberapa hari yang lalu, aku dan keluarga pergi berlibur ke jogja. Dan karena aku lagi ngidam pengen ke pantai (*wups…ada gituuu yah ngidam ke pantaii…) abis pengen banget ke pantai..secara tempat tinggalku (alias kosanku tercinta) terletak di daerah yang sungguh berdebu dan cukup gersang karena merupakan jalur industri..akhirnya kita bermain ke PANTAI PARANGTRITIS JOGJA

Sesampainya disana, kita disambut oleh awan cerah langit biru kemudian disusul oleh hamparan permadani hijau pohon-pohon yang tumbuh lebat dan angin-angin yang lembut menyapa. Memasuki daerah pantai, mata kita akan dihibur oleh indahnya laut diseberang sana, tebing-tebing terjal yang menjulang tinggi, gulungan ombak yang tinggi dan seolah menyambut gembira setiap kedatangan turist yang ingin menikmatinya. Ingin rasanya segera menyentuh segarnya air dalam gulungan ombak. Langkah kakiku pun dipercepat agar segera sampai disana.

Namuuunnn….baru aku melepas sandal yang kupakai,semua keindahan itu terasa terganggu. Pandangan mata pun sudah tak indah lagi….

ya..masalah yang selalu berkembang di masyarakat..SAMPAH ada dimana-mana….

lihatlah..

betapa kotornya pantai ini..sentuhan lembut pasir pantai yang menyentuh jemari kaki tiba-tiba menjadi kasar..dan mata pun seolah terasa sakit..

SAMPAH…tidak akan menjadi sebuah permasalahan jika setiap orang memiliki kesadaran untuk membuang pada tempatnya. Sejak kanak-kanak kita semua telah diajarkan untuk “membuang sampah pada tempatnya”, namun mengapa belum ada kesadaran yang tumbuh dimasyarakat untuk tidak merusak lingkungan alam yang indah yang telah diciptkan untuk kita..secara psikologis, memang manusia memiliki sifat untuk merusak, namun karena itu pula manusia diberi akal yang sehat sehingga manusia adalah makhluk tuhan yang berbeda dengan hewan. Saya tidak mengatakan bahwa manusia yang membuang sampah sembarangan itu seperti hewan, namun sifat merusak pada manusia terkadang merugikan. Bahkan hewan sekalipun senantiasa menjaga alam yang menjadi habitatnya karena mereka ingin tempat tinggal mereka nyaman.

Tempat wisata alam yang menjadi daya tarik di Indonesia pun terganggu akibat SAMPAH ini. Seperti saya kemarin yang ingin menikmati alam pantai, tiba-tiba kenikmatan itu sedikit terganggu karena tebaran sampah yang ada disana. Mau foto-foto juga ko rasanya ga enak yah dengan background sperti itu. Pasir pantainya pun menjadi agak menghitam. Dimanakah kesadaran manusia sebagai makhluk tuhan yang seharusnya menjaga segala sesuatu pemberian-Nya??

Selain itu, seharusnya pengelola pantai pun menyadari akan betapa banyaknya sampah yang berada di pinggir pantai. Pertama, sampah berada ditepi pantai, lama-lama akan terbawa arus air, gelombang air menuju lautan. bayangkan apa yang terjadi jika lautan kita menjadi kotor karena SAMPAH. Sungguh ironis….

Padahal jika kita perhatikan, kota jogja adalah kota yang cukup bersih dari tebaran SAMPAH (tapi itu dikota..). Jalanan dkota jogja termasuk kota yang bersih, tapi kenapa di daerah pantai yang menjadi tempat wisata menjadi sangat kotor?

sungguh disayangkan…

ALam ini merupakan tempat kita berpijak..

Alam ini merupakan tempat tinggal kita…

ALam merupakan sahabat kita..

Alam merupakan hamparan mutiara yang luas yang harus kita jaga…

but finally, Saya berusaha menikmati suasana pantai itu..(dengan berfoto-foto ga jelas..hahaha..)

overall, semua kembali kepada diri sendiri,, kan sayang klo kenikmatan yang kita peroleh dari alam menjadi sebuah ketidaknyamanan akibat ulah kita sendiri, iya toh?

mari jaga lingkungan alam yang kita miliki dibumi pertiwi dan bumi kita yang sudah tua ini..

jangan ada lagi bencana akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, yang pada akhirnya manusia sendiri yang menanggung akibatnya…

2 Comments »

  1. garnietta Said:

    benar …
    ga ada pasukan kuning di parang tritis ..
    kayanya smua d pusatkan d kota . hhe

    • chaluchu Said:

      haha..iya..
      apa anda mw melamar menjadi pasukan kuning pantai??😀


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: