Menara Loji Jatinangor

Siapa sangka daerah Jatinangor memiliki salah satu situs sejarah yang cukup menarik. Saya yakin situs ini sudah banyak diulas oleh para blogger atau orang lain. yap! menara keren satu ini bernama MENARA LOJI..

Menara Loji Jatinangor

Menara Loji Jatinangor

Menara keren satu ini merupakan benda peninggalan sejarah dari jaman Belanda. Letak menara ini persis berada di depan gerbang universitas winaya mukti (unwim). Namun sekarang unwim yang disana katanya sudah dibeli oleh pihak ITB. Posisi menara ini berada di tempat yang sangat terlihat oleh mahasiswa UNPAD karena memang masuk ke dalam wilayah jalan menuju kampus UNPAD.

Berkali-kali saya pergi main (*ceritanya main) ke kampus UNPAD jatinangor namun saya tak menyadari keberadaan menara ini. Saya mengetahui Menara Loji setelah saya melihat lukisan Menara Loji di salah satu tempat makan di Jatinangor bersama salah seorang teman. Bahkan teman saya itu yang sudah hampir 5 Tahun mengecam pendidikan di UNPAD Jatinangor pun tak mengetahui keberadaan menara itu.

Setelah kemarin saya berkunjung ke menara tersebut, keadaannya memang seperti yang terlihat pada gambar diatas. menara setinggi kurang lebih hampir mencapai 10 meter berdiri kokoh sejak taun 1800-an silam. Menurut salah satu penjaga gerbang kmpus Bapak Karyono, menara tersebut tadinya bisa dikunjungi dan bisa naik ke atas menara,namun karena menurutnya disana terdapat banyak “makhluk gaib” akhirnya pintu menara tersebut ditutup dan dijadikan tembok sepenuhnya.

Menara jam yang oleh masyarakat sekitar sering disebut dengan nama Menara Loji dibangun sekira tahun 1800-an. Menara tersebut pada mulanya berfungsi sebagai sirene yang berbunyi pada waktu-waktu tertentu sebagai penanda kegiatan yang berlangsung di perkebunan karet milik W. A. Baud. Bangunan bergaya neo-gothic ini dulunya berbunyi tiga kali dalam sehari. Pertama, pukul 05.00 sebagai penanda untuk mulai menyadap karet; pukul 10.00 sebagai penanda untuk mengumpulkan mangkok-mangkok getah karet; dan terakhir pukul 14.00 sebagai penanda berakhirnya kegiatan produksi karet” (http://id.wikipedia.org/wiki/Jatinangor,_Sumedang)

Namun yang belum jelas sampai sekarang adalah keberadaan lonceng dari menara tersebut.

“Sekira tahun 1980-an lonceng Menara Loji dicuri dan hingga kini kasusnya masih belum jelas; baik mengenai pencurinya, apa motifnya, dan bagaimana tindak lanjut dari pihak berwenang. Bahkan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang pun – selaku pihak yang seharusnya mengawasi pemeliharaan cagar budaya – tidak tahu-menahu mengenai kelanjutan kisah pencurian itu(http://id.wikipedia.org/wiki/Jatinangor,_Sumedang)

Namun menurut keterangan Bapak Karyono, lonceng tersebut ridak hilang namun berada di Museum Sumedang. Saat itu, Saya belum sempat mengkonfirmasi dan pergi menuju Museum Sumedang karena keterbatasan waktu untuk mencari kebenaran atas sebuah fakta ini. (*mungkin nanti klo Saya ada waktu pergi mengunjungi museum sumedang).

Dimanapun lonceng itu berada, menara Loji masih tetap berdiri kuat dan sayangnya tidak banyak orang mengetahui keberadaan menara itu. Memang jujur saja menara itu terlihat biasa, tapi ternyata Sejarahlah yang membuatnya luar biasa.

Tak jauh dari menara tersebut bahkan terdapat situs sejarah lain, yakni makam dari Pangeran Baud, sang pemilik perkebunan karet dan menara Loji tersebut. Makam istrinya pun terdapat tak jauh dari letak Makan Pangeran Baud.

makam Pangeran Baud

makam Pangeran Baud

Bisa kita lihat keadaan makam itu sekarang. Sungguh sangat tidak terurus. Sangat disayangkan sekali. Bapak Karyono mengatakan bahwa dahulu makam tersebut dikelilingi oleh pagar dimana dipucuk pagarnya terdapat emas,namun kini hilang karena dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Bapak Karyono pun mengatakan konon katanya di dalam makam tersebut terdapat harta karun yang banyak. Namun hingga saat ini belum ada orang yang berani menggalinya (*apakah anda berminat?? :D)

Di dekat makam Pangeran Baud, terdapat makam istrinya dan keadaan makam tersebut pun tidak terurus sama sekali

makam istri pangeran baud

makam istri pangeran baud

Mungkin anda para pembaca harus sekali-sekali mengunjungi tempat ini. Yang disayangkan dari situs-situs sejarah ini adalah keberadaannya yang terkadang terabaikan oleh para pihak pengelola. Bukan hanya situsnya, tetapi cerita dibalik situsnya itu sendiri. Apakah ini adalah bagian dari saksi sejarah yang terabaikan?🙂

6 Comments »

  1. Duor Said:

    kayaknya saya knal sama tmen kamu yg kuliah d UNPAD itu….😀

  2. Rakyat Unwim97 Said:

    sepetinya itu makam bukan makam pangeran,tapi makam pemilik perkebunan karet bernama Baron Baud berkebangsaan Jerman…..

  3. Etienne Said:

    Hello !
    Baron Baud was one of my ancestor, or so they say in my family tree. I’d like to communicate with you about all this story.
    Answer this message I’ll come check it out !

  4. adhiz lucie Said:

    Makam tuan baud sudah di urus oleh ahli waris dan para keluarga ..sungguh indah sejarah nenek moyangku..

    • my story Said:

      mantap! sayang kl sejarah terlewatkan dan terlupakan🙂


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: