Jembatan Cincin Jatinangor

Situs sejarah kali ini masih berada di Jatinangor yakni jembatan yang lagi2 saya bilang keren yakni JEMBATAN CINCIN

jembatan cincin

Awalnya ketika melewati jembatan tersebut, saya kira ini jembatan itu adalah jembatan biasa yang didirikan warga sekitar jatinangor sebagai akses jalan mereka. Namun siapa sangka lagi2 jembatan tersebut merupakan sebuah saksi sejarah?

Jembatan di Cikuda yang sering disebut dengan nama Jembatan Cincin pada mulanya dibangun sebagai penunjang lancarnya kegiatan perkebunan karet. Jembatan Cincin dibangun oleh perusahaan kereta api yang bernama Staat Spoorwegen Verenidge Spoorwegbedrijf pada tahun 1918 dan berguna untuk membawa hasil perkebunan. Pada masanya jembatan ini menjadi salah satu roda penggerak perkebunan karet terbesar di Jawa Barat dan setiap pagi hari hasil bumi dari Tanjungsari dibawa melalui jembatan ini untuk dijual di Rancaekek. Rutinitas itu berjalan terus sampai kemudian pada Perang Dunia II tentara Jepang mengangkut besi-besi rel untuk dilebur menjadi persenjataan perang.” ( http://id.wikipedia.org/wiki/Jatinangor,_Sumedang )

Jembatan cincin ini berada dekat dengan fakultas ilmu komunikasi UNPAD jatinangor. Menurut beberapa sumber, jembatan tersebut terkadang digunakan untuk olahraga terjun bebas.

Mungkin bagi masyarakat yang tinggal di sekitar jatinangor sudah mengetahui keberadaan jembatan ini dan mengetahui sepenggal sejarah yang terkandung di dalamnya, namun bagaimana dengan masyarakat lain? ketika mengunjungi jembatan tersebut, keadaannya memang tidak terlalu terawat dan mungkin sudah tidak menjadi salah satu perhatian dari pejabat pemerintah yang menangani situs-situs sejarah. Apakah ini lagi2 merupakan saksi sejarah yang terabaikan?

Menurut PT KAI, jembatan ini tidak pernah diperbaiki karena sudah tidak digunakan lagi. Sedangkan menurut Dinas Budaya dan Pariwisata Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, perawatan bangunan bersejarah tidak termasuk dalam tanggung jawab dinas tersebut karena dinas ini hanya bertugas memperhatikan dan membina nilai-nilai budaya.” (http://id.wikipedia.org/wiki/Jatinangor,_Sumedang)

2 Comments »

  1. Keboooo" Said:

    sekedar masukan ni teh,
    dibeberapa page, font colorny (wrna item) overlapping sama warna background blognya,, jadi ga kebaca tulisannya (text)
    coba deh di select all (Ctrl+A)

    CMIIW 😀

    • chaluchu Said:

      thx masukannya..:)
      hm..bisa dsebutin g spesifiknya page mana yg overlapping?😀


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: