POTRET KEMISKINAN SEKITAR KITA

Ketika kesulitan kehidupan sedang melanda diri kita apa yang harus kita perbuat?

Ketika persoalan –persoalan social belum terselesaikan, kini ada-ada saja ulah dari pejabat pemerintahan kita yang menghambat tercapainya kesejahteraan masyarakat Indonesia. Kasus bibit Chandra yang tak kunjung selesai, perseturuan KPK dan POLRI semakin memanas, semua perhatian tertuju kepada mereka saat ini, lalu bagaimanakah dengan persoalan masalah social yang menurut saya jauh lebih penting untuk diselesaikan.

Di kehidupan seperti sekarang ini, kesenjangan social semakin menjadi-jadi. Jurang pemisah antara si kaya dan si miskin semakin lebar saja. Para “tikus” semakin saja memakan uang rakyat tanpa rasa ampun. Masalah kesehatan, kebersihan, pendidikan dan masalah-masalah social lainnya semakin muncul ke permukaan.

Suatu sore, ketika Saya sedang menelusuri jalan kepatihan di Bandung bersama dengan teman Saya, ada segerombolan tangan-tangan kecil berpakaian lusuh yang menyodorkan sekeping DVD film yang berjudul “2012”. Tak lama kemudian mereka pergi (karena saya tak membeli), dan mereka pergi menuju seorang wanita yang menurut saya telah menyuruh mereka menjual DVD tersebut (berhubung film 2012 sedang booming saat ini). Entah wanita itu adalah ibunya atau kakaknya, atau bahkan hanya mandor yang hanya mneyuruh anak kecil untuk bekerja agar keuntungan yang diperoleh semakin banyak. Hati kecil Saya bertanya ”apakah seperti ini kondisi generasi muda Indonesia saat ini?, mengapa mereka tega membiarkan seorang anak kecil yang berusia kira-kira 7-8 tahun bekerja di pinggir jalan untuk menghidupi keluarga mereka?

Seperti yang kita tahu juga saat ini sudah banyak perdagangan jual beli anak untuk dieksplorasi untuk bekerja untuk memenuhi nafkah keluarga. Haruskah mereka mngorbankan masa depan mereka? Seharusnya mereka dapat merasakan rasanya bersekolah, menuntut ilmu agar menjadi orang sukses kelak. Tapi apa yang dilihat saat ini? Setiap anak meronta-ronta, meminta-minta dijalan karena desakan ekonomi. Kesehatan yang tak terjamin. Kebersihan makanan yang mereka makan, semua itu tak akan terjamin kehidupannya. Pengemis jalanan masih sangat sering kita temui diperempatan-perempatan jalan, kemudian kini sedang popular menjadi tukang menjajakan monyet diperempatan jalan. Monyet-monyet dilatih untuk unjuk gigi (tapi itu masih mending daripada menjadi pengemis yang hanya meminta tanpa usaha padahal kondisi badan masih sehat). Pranata social di bandung semakin  menjadi tidak teratur ketika si kaya merasa menguasai seluruh property milik si miskin.

Tapi anehnya bangsa ini adalah, ketika kita difasilitasi sarana dan prasarana social, kita tidak mampu untuk menjaganya. Bisa kita lihat gambar-gambar pada tembok di bawah jembatan laying pasopati bahkan pada penunjuk arah jalan pun tak terelakkan, itu terkena corat-coret anak jalanan sehingga menyusahkan pendatang yang ingin jalan-jalan di kota Bandung. Masalah social lainnya yang ada di depan mata adalah masalah kebersihan.

Bagaimana tidak sebuah tempat terkena banjir apabila saluran air macet karena sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat ke dalam saluran air. Di daerah pinggiran jalan Taman sari (samping jalan laying pasopati, dekat belokan ke ITB), ada saluran yang sangat terhambat oleh sampah-sampah yang menumpuk. Ironisnya, disekitar situlah terbangun perkampungan kumuh masyarakat dengan tingkat social ke bawah bertahan hidup (sepertinya mereka sudah terbiasa hidup di lingkungan tersebut).

Sampah yang menumpuk menyebabkan daerah sekitar menjadi kotor, air tidak mengalir, dan menyebabkan banjir. Namun sangat disayangkan kepedulian pemda setempat dan masyarakat sekitar masih sangat kurang (kapankah masyarakat bandung ini akan sadar ya..(^^,)? )

Menteri Komunikasi dan Informatika, Muhammad Nuh memperkirakan jumlah penduduk miskin akan turun sekitar 4 juta orang, dari 37,17 juta menjadi 33,714 juta jiwa, pada 2009. Penurunan angka kemiskinan itu berkat adanya penurunan harga BBM serta dikucurkannya stimulus fiskal untuk pembangunan infrastruktur sebesar Rp51 Triliun. Menurut dia, target penurunan angka kemiskinan tersebut didasarkan pada asumsi pertumbuhan ekonomi 2009 yang sebesar 4,5 persen dan tingkat inflasi sebesar enam persen. (Aries M Saugi- SURABAYAWEBS.COM ). Berdasar proyeksi Institute for Development Economics and Finance (Indef), tingkat pengangguran dan kemiskinan pada 2009 akan mencapai 9,5% dan 16,3%. Ekonom Indef M Ikhsan Modjo menuturkan, angka tersebut jauh di atas target pemerintah,yaitu tingkat pengangguran dan kemiskinan masingmasing 7–8% dan 12,5% (Dny-PAKUAN.COM)

Menurut Saya, seharusnya pemerintah kota Bandung langsung turun tangan dalam melihat masalah-masalah social yang ada di kota Bandung ini. Sebagai kota yang sangat terkenal akan wisata kulinernya, seharusnya pemerintah kota Bandung dapat meningkatkan kualitas dari kota Bandung. Harus adanya pembukaan lapangan kerja baru agar masyarakat memiliki pekerjaan. Tidak sekedar meminta-minta. Kemudian kebersihan jangan sampai luput dari perhatian pemerintah agar penyakit berbahaya tidak mewabah. Kemudian penting juga dalam pengadaan pembinaan terhadap para gelandangan. Mungkin mereka bisa diajarkan keterampilan-keterampilan tertentu yang memiliki potensi untuk dapat membuka lapangan kerja. Karena sesuai dengan undang-undang yang ada, bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan penghidupan yang layak. Tapi tentunya hal tersebut dapat tercipta secara merata jika para pejabat yang ada di pemerintahan melaksanakan tugasnya secara jujur dan demi kepentingan rakyat, bukan semata-mata karena kepentingan pribadi. Jangankan koruptor yang mengambil uang rakyat bermilyar-milyar, koruptor yang mengambil uang rakyat satu juta pun belum terangkat ke permukaan. Bagaimana Indonesia mau sejahtera. Apalagi ada isu jika Indonesia merupakan Negara peringkat satu Asia untuk masalah koruptor.

AYO SMANGAT BANGSAKU..^^

3 Comments »

  1. Shell Said:

    Sy sgt stuju dgn pdapat anda..

    Sdh saatnya kt maju.
    Sdh saatnya kt malu.
    Mari berbenah.
    Mari berubah.

    Sdh waktunya “burung garuda” terbang menunjukkan kibasan sayapnya..

  2. bocah cakep Said:

    acungan jempol buat COKLAT….
    keren tulisan nya…
    tapi sayang…
    klo g pke kerudung ternyata jelek juga yach…?
    hahahahhahahahha..
    peace…
    lanjutkan kreatifitas anda…
    jangan banyak tidur.alias kebluk…
    di tunggu tulisan” yg lain nya….
    wassalamu’alaikum


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: