MenuLis ternyata tak mudah

Siapa bilang menulis gampang??huff..ya mungkin jika hanya menulis disebuah kertas biasa seperti mencatat itu merupakan hal yang gampang. Hanya menulis kok…gampangkan?hanya tinggal menulis huruf saja?

Uumph…tapi bagaimana ya jika kita ingin menulis untuk menyampaikan suatu gagasan atau suatu fenomena yang dapat menarik banyak perhatian orang?bagaiamana menentukan sebuah judul yang dapat menarik minat baca seseorang?

Yaah..itulah awal ketika saya ingin belajar menulis. Sebenarnya sejak SMP saya senang menulis. Dan tentunya saat itu langsung saya ketik di computer dan sangat menyenangkan. Segala kejadian yang saya alami menjadi inspirasi untuk menghasilkan suatu karya tulisan. Namun sejak saya beranjak SMA, hobi saya itu sedikit demi sedikit menjadi pudar karena saat itu saya tinggal pisah dengan orang tua, sehingga saya tidak bisa lagi duduk di depan computer untuk menulis. Jika saya ingin mengungkapkan sesuatu melalui ketikan komputer, saya harus pergi ke rental dan lama kelamaan saya menjadi malas untuk ke rental. Sedangkan saya sendiri malas menulis di buku semacam diary, padahal dulu waktu SD, saya suka lho menulis di diary.

Kini saya duduk dibangku kuliah jurusan komunikasi. Disini saya dituntut untuk dapat menulis agar dapat berkomunikasi dengan baik. Tentu saja komunikasi ini tak hanya dalam bentuk tulisan tangan. Namun salah satu tugas yang agak memberatkan saya adalah ketika mata kuliah bahasa Indonesia berlangsung. Saya tak dapat dengan cepat mengerjakan tugas menulis. Terutama ketika disuruh membuat suatu artikel untuk dikirim kepada sebuah redaksi agar dapat dimuat. Kebiasaan menulis yang tak lagi dilatih sejak saya SMA membuat saya kesulitan untuk mengerjakan sebuah artikel. Inspirasi-inspirasi kini tak mudah lagi datang. Yang ada saya hanya bengong dan memikirkan apa yang akan saya tulis?masalah apa yang sedang timbul sekarang?judul apa yang akan menarik perhatian pembaca?karena artikel merupakan suatu tuntutan yang harus real time. Sedangkan kebiasaan membaca koran ataupun melihat tayangan bertia menjadi tak terbiasakan lagi sejak saya menjadi anak kost ketika SMA.

Lalu apa yang saya lakukan?ada salah satu mata kuliah yang menginspirasi saya untuk dapat menulis yakni sosiologi komunikasi massa dimana dosennya merupakan salah satu orang yang bekerja didunia pers. Ia bernama Bapak Isaminur Pempasa. Ia merupakan salah satu redaktur pelaksana di salah satu harian umum/koran. Saat itu ada tugas untuk membaca artikel tulisan dari Rita Ghani-Ada Kekerasan di Ruang Keluarga dan Ayu Utami-Lost Generation. Dari kedua tulisan tangan itu, Bapak Islaminur pun berkata “ gampangkan nulis itu?Cuma cerita aja dari realita yang ada di sekeliling kita atau dari pengalaman kita seniri aja”. Lalu ketika itu saya pun mulai berpikir. Karena memang kedua artikel itu bercerita mengenai keadaan yang sedang terjadi. Rita Ghani ia menulis tentang tayangan televisi yang terlalu menampakkan kekerasan dan Ayu Utami hanya menceritakan pengalamannya dalam memilih pembantu. Setelah itu saya berpikir, “iya juga ya. Cuma certain pengalaman hidup doank. Toh pengalaman orang berbeda”.

Dan mulai dari situlah saya mencoba untuk dapat menulis. Menceritakan suatu permasalahan yang sedang timbul, memberikan pendapat sendiri mengenai masalah tersebut dapat menjadi suatu tulisan yang akan menarik perhatian orang. Ataupun menulis pengalaman menarik yang dialami kemudian menganalisinya dengan teori yang sudah ada. Itu adalah awal saya untuk mulai menulis lagi.

Kemudian hal kedua yang saya alami adalah bagaimana membuat suatu judul yang menarik?. Seseorang awalnya akan tertarik untuk membaca jika melihat judulnya terlebih dahulu. Jika judulnya saja tidak menarik, seseorang tidak akan meneruskan untuk membaca selanjutnya. Akhirnya, saya mencoba untuk membaca beberapa artikel untuk melihat penulis dalam menentukan judul. Ternyata kesimpulan yang saya dapatkan bahwa judul yang ditentukan rata-rata langsung merujuk pada masalah yang dibahas, dan judul itu tak selalu berupa suatu pernyataan namun juga dapat berupa pertanyaan sehingga mungkin dapt menggali rasa penasaran pembaca untuk mengetahui apa jawaban dari pertanyaan yang menjadi judul tersebut dai wacana yang diajukan.

Bagaimana?apakah tertarik untuk menjadi seorang penulis?sebenarnya menulis itu gampang. Namun yang susah hanyalah niat dan kemauan untuk mengungkapkan permaslahan yang ada dengan pikiran yang kritis. Kini kebanyakan orang acuh saja dengan keadaan yang ada di sekelilingnya.

Oleh :

Aisyah

Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi

Institut Manajemen Telkom

2 Comments »

  1. gegta Said:

    klo aq sii ga tlalu tertarik cha ,,
    sukaan ngomong sii ,,
    hehehe ,,
    makanya jadi keder bgd pas soskom ,,
    huuhu ,,

  2. Shell Said:

    Keren bgt, cha..!
    Klo km t’inspirasi dr pak IP u/ bs mnulis lg, klo aq justru t’inspirasi dr km, Cha.!
    Semua tulisan d blog km sgt menarik. Sampai2 aq jg jd ttarik u/ menulis jg ky km. He..3x!
    Thankz ya, cha..
    Sukses slalu ya..!


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: