HANDPHONE VS BERAS

Kadang teknologi yang berkembang suka merepotkan. Diantara teknologi yang sedang berkembang, handphone menjadi salah satu kebutuhan yang paling difavoritkan masyarakat saat ini. Bagaimana tidak. Kini dimana-mana orang memegang handphone. Aplikasi-aplikasi baru pada handphone membuat konsumen semakin ingin memiliki handphone terbaru. Aplikasi untuk music yang kapasitasnya semakin besar, membuat handphone menjadi berubah fungsi. Handphone menjadi segala-galanya bagi manusia saat ini.

Saya sebagai seorang pelajar melihat banyak sekali dampak dari perkembangan handphone saat ini. Handphone dirasakan seakan menjadi suatu kebutuhan pokok bagi manusia. Ketika pagi saya dating ke kampus untuk kuliah, sesampainya di kelas, hamper semua orang memegang handphone. Begitu juga saat belajar. Ketika dosen sedang mengajar, ada saja mahasiswa-mahasiswa yang memainkan handphonenya di saat belajar, baik digunakan untuk game, internet-an, atau pun sms-an.

Pengkonstruksian keadaan lingkungan juga membuat seseorang diharuskan mendapatkan handphone. Contohnya saja adik saya. Dia baru saja lulus Sekolah Dasar dan sangat ingin memiliki handphone. Sampai-sampai ketika orang tua saya menasihatinya bahwa ia belum perlu memiliki handphone, ia malah melawan orang tua saya. Tentu saja hal ini sangatlah tidak baik. Anak-anak kini seolah menganggap bahwa handphone adalah sesuatu hal yang harus dimiliki.

Dalam kasus lain yang membuktikan bahwa handphone menjadi kebutuhan pokok adalah ketika saya bertanya kepada teman saya, manakah yang dia pilih, ketika ia berangkat kuliah, lebih baik ketinggalan dompet atau ketinggalan dompet, ia dengan ringannya menjawab bahwa ia lebih memilih ketinggalan dompet. Sebenarnya sejauh mana peran handpone yang telah menguasai manusia?

Server-server jaringan komunikasi kini semakin berlomba untuk menawarkan harga yang murah. Hal ini tentu saja semakin membuat manusia kecanduan dalam menggunakan handphone. Meski handphone memudahkan dalam berkomunikasi apalagi kini perkembangan handphone semakin cepat, namun hal ini juga membawa dampak yang cukup serius dalam kehidupan. Kegiatan sms-an dapat membuat seseorang menjadi seorang pemalas. Tarif telepon yang semakin ekonomis membuat manusia hanya ingin bergaul dengan computer.

Pembantu rumah tangga tante saya sangat jengkel dengan pembantunya itu. Sebut saja namanya iyem. Setiap pekerjaan yang ia lakukan, pasti selalu tergantung handphone dilehernya. Pekerjaannya menjadi lambat karena kegiatan sms-an ataupun telepon-telepon yang ia terima. Suatu hari terjadilah suatu insiden. Ketika sedang menyetrika, iyem sambil menerima telepon dengan asiknya mengobrol dengan teman diteleponnya. Mungkin karena saking asyiknya menerima telepon, ia lupa bahwa iasedang menyetrika. Kemudian terciumlah bau hangus. Ternyata, ia salah meletakkan setrikaan. Dan pada akhirnya baju tante saya berlubang. Lucu juga. Saya pikir hal ini hanya terjadi di film-film. Ternyata tak hanya difilm pembantu membuat lubang pada baju majikannya ketika sedanga mnyetrika. Bagaimana pu hal ini terjadi karena handphone.

Apakah kelak handphone akan termasuk ke dalam sembilan bahan pokok manusia? Karena dari fakta-fakta yang terlihat dan beredar di masyarakat, hampir setiap individu memiliki handphone dan menjadi suatu bahan yang wajib dimiliki oleh setiap individu

8 Comments »

  1. gegta Said:

    iyaanii ,,
    si hp udkya berasaj ,,
    dunia ,,dunia,,

  2. tiwi,, Said:

    emang smpe sgtunya??
    hp vs berassss??;p

  3. sarah Said:

    eleuhh..
    c teteh..mxd adeeknyaa sapa tuwh?

  4. atha Said:

    pilih beras aja..
    kenyang..

  5. atha Said:

    hehe..
    supaya endut ..

    aa mana ya?

  6. Shell Said:

    Menurut gw, klo skrg sebagian org mgkn lbih rela tdak makan, drpd tdk memiliki hp. Kini, gengsi lbh penting drpd perut. Jika dkaitkan dgn teori,
    Manusia memang sgt “haus” akan penghargaan. Dan mmg benar manusia lbih kuat untuk menahan “lapar” dibanding hrus menahan “haus”.
    Menurut pengamatan sy, seorang pegawai, sebut sj mr. X bs membeli sebuah hp canggih krn mereknya yg bisa menaikkan gengsi seperti bl**k*er*y. Pdhal gajinya dlm sebulan tak cukup u/ mbeli hp tsb. Tp, pd akhrnya jg bs tbeli entah bgmn caranya. Namun, ia lupa mmikirkn bhwa kbutuhannya sehari2 jg butuh biaya. Apa bleh buat, sebulan ke dpan, mgkn ia hrs byk bpuasa.


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: