Archive for knowledge

CURUG MALELA “Niagara Mini” of Jawa Barat

Tak bisa dipungkiri lagi Indonesia tak hanya memiliki kekayaan budaya yang beragam, tetapi juga keindahan alam yang luar biasa. Berada di kota Bandung membuat Saya tergiur untuk mengeksplorasi daerah-daerah yang memiliki potensi wisata yang cukup bagus.

CURUG MALELA merupakan curug yang berada di kawasan Bandung Barat Jawa Barat. Kata  ”Curug” memiliki arti air terjun. Curug ini sangat indah. Curug ini cukup tinggi, mungkin kurang lebih sekitar lebih 50 meter atau lebih. Bentuk curug ini bertingkat-tingkat. Air mengalir begitu derasnya dari atas. Namun perlu perjuangan yang cukup tinggi untuk melihat keindahan air terjun ini.

curug malela jawa barat

Saya dan teman-teman berangkat dari kawasan sekitar bojong soang menuju cimahi kemudian padalarang kemudian ke daerah cililin, lalu masuk ke daerah gunung halu. Dari gunung halu masih ada perjalanan panjang menuju curug.

Jalanan yang buruk membuat perjalanan menjadi agak lama. Bisa dikatakan akses menuju curug ini sangat buruk, karena kita harus melalui jalanan “offroad”.

Tapi jangan berputus asa dulu, karena sepanjang jalan kita akan ditemani oleh panorama yang luar biasa indah. Pegunungan-pegunungan yang berbentuk piramida, hamparan sawah hijau yang menyejukkan mata, hamparan perkebunan teh, serta aliran sungai yang melintasi daerah penduduk. Sama persis ketika kita duduk dibangku sekolah dasar kita menggambar pemandangan gunung dan sawah dengan imajinasi yang indah. Di sana, imajinasi tersebut bukan sekedar bayangan, namun merupakan sebuah gambaran nyata dari imajinasi kita. Selain itu, udara sejuk yang menyelimuti akan semakin membuat kita terpana atas kebesaran-Nya yang maha kuasa atas segalanya. Saya sendiri beserta teman yang saya bonceng tak henti-hentinya mengucap syukur karena melihat keindahan yang luar biasa indah.

Ketika sampai di depan gerbang menuju curug malela, kita masih harus berjalan menelusuri hutan dan jalanan setapak. Perjuangan masih belum berakhir. Karena jalanan terjal dan licin, kita harus hati-hati dalam melangkah.

entri to lokasi malela

Namun semua rasa lelah setelah menempuh kurang lebih 5 jam, akhirnya terbayarkan setelah melihat Curug Malela yang luar biasa indah. Cucuran air tidak hanya dari satu sumber, tapi dari beberapa arah, oleh karenanya curug malela lebih lebar dibandingkan dengan curug biasanya.

Berdasarkan peta topografi, Curug Malela memiliki ketinggian kurang lebih 50 m dan lebar mencapai 70 m. Airnya berasal dari Sungai Ci Curug. Air ini terjun di atas batu breksi dan konglomerat yang sangat keras, berumur Miosen Atas, kira-kira 10 hingga 5 juta tahun. Kesan yang timbul dari kerasnya batuan dapat dilihat dari morfologi batuannya yang memperlihatkan dinding-dinding tegak yang licin. Begitulah rupanya mengapa Niagara kecil ini dinamakan ‘malela’ yang mengambil dari Bahasa Kawi yang berarti ‘baja’ (ayotamasya.com).

Toponimi Curug Malela (baja) juga bersesuaian dengan nama sungainya, Ci Curug, yang berarti ’sungai air terjun’. Hulu Ci Curug berasal dari lereng utara Gunung Kendeng dengan bekas kaldera raksasanya yang berdiameter hampir 15 km. Dari gunung api yang telah mati, yang terletak di sebelah barat Ciwidey, ini mengalir jaringan sungai Cidadap. Cidadap mengalir ke arah barat laut melalui Kecamatan Gununghalu menggerus rangkaian batuan keras yang umumnya berciri produk letusan gunung api tua.

Aliran Cidadap setelah melewati utara Bunijaya, kemudian mengalir sebagai Ci Curug dan memasuki relief sangat terjal di suatu dataran tinggi yang dulu dinamakan Plateau Rongga. Ciri biasa bagi sungai-sungai yang mengalir di atas plateau, pola alirannya terganggu oleh air terjun yang bertingkat-tingkat. Itulah yang terjadi pada aliran Ci Curug. Selain Curug Malela yang terbesar, ke arah hilir terdapat beberapa tingkat air terjun yang dinamakan Curug Katumiri dan Curug Ngebul, sebelum sungai ini bermuara ke Ci Sokan.

(http://intisari-online.com/read/curug-malela-niagara-mini-di-cimahi)

Air dari curug ini cukup dingin dan menyegarkan. Tak ada salahnya anda mencoba membasuh muka anda dengan air tersebut karena akan terasa sangat segar sekali..:D

ayooo berteman dengan alaam :)

bersama tmn2

PSIKOLOGI KOMUNIKASI

KONSEPSI PSIKOLOGI TENTANG MANUSIA

Banyak teori dalam komunikasi yang dilatar belakangi konsepsi-konsepsi psikologi tentang manusia. Teori-teori persuasi sudah lama menggunakan konsepsi psikoanalisis yang melukiskan manusia sebagai makhluk yang digerakan oleh keinginan-keinginan terpendam (Homo Volens). Teori jarum hipodermik (yang menyatakan media masa sangat berpengaruh) dilandasi konsepsi behaviorisme yang memandang manusia sebagai makhluk yang digerakan semaunya oleh lingkungan (Homo Mechanicus). Teori pengolahan informasi jelas dibentuk oleh konsepsi psikologi kognitif yang melihat manusia sebagai makhluk yang aktif mengorganisasikan dan mengolah stimuli yang diterimanya (Homo Sapiens). Teori-teori komunikasi intrapersonal banyak dipengaruhi konsepsi psikologi humanistik yang mengambarkan manusia sebagai pelaku aktif dalam merumuskan strategi transaksional dengan lingkungannya (Homo Ludens).

Teori

Konsepsi Tentang Manusia

Tokoh-tokoh

Psikoanalisis

Manusia memiliki keingingan (Homo Volens)

Freud, Jung, Adler, Abraham, Horney

Behaviorisme

Manusia diatur oleh lingkungan (Homo Mechnicus)

Hull, Miller&Dollard, Rotter, Sklinner, Bandura

Kognitif

Manusia berpikir (Homo Sapiens)

Lewin, Heider, Festinger, Piaget, Kohlberg

Humanisme

Homo Ludens (Manusia Bermain)

Rogers, Combs&Snygg Maslowl, May Satir, Perls

Konsepsi Manusia dalam psikoanalisis

Sigmund Freud, pendiri psikoanalisis, adalah orang yang pertama berusaha merumuskan psikologi manusia. Ia memfokuskan perhatiannya pada totalitas kepribadian manusia, bukan pada bagian-bagian yang terpisah (Asch, 1959\; 17). Menurut Freud, perilaku manusia merupakan hasil interaksi tiga subsistem dalam kepribadian manusia Id, Ego dan Superego.

Id adalah bagian kepribadian yang menyimpan dorongan-dorongan biologis manusia pusat instink (hawa nafsu dalam kamus agama). Ada dua instink dominan:

(1) Libido instink reproduktif yang menyediakan energi dasar untuk kegiatan-kegiatan manusia yang konstruktif;

(2) Thanatosos instink destruktif dan agresif.

Yang pertama disebut juga instink kehidupan (eros), yang dalam konsep freud bukan hanya meliputi dorongan seksual, tetapi juga semua yang mendatangkan kenikmatan termasuk kasih ibu, pemujaan pada Tuhan, dan cinta diri (narcism). Semua motif manusia adalah gabungan antara eros dan thanatos. Id bergerak berdasarkan prinsip kesenangan (pleasure principle), ingin segera memenuhi keinginannya. Id bersifat egoistis, tidak bermoral dan tidak mau tahu dengan kenyataan. Id adalah tabiat hewani manusia.

Subsistem yang kedua ego berfungsi menjembatani tuntutan id dengan realitas dunia luar. Ego adalah mediator antara hasrat-hasrat hewani dengan tuntutan rasional dan realistik. Ego-lah yang menyebabkan manusia mampu menundukan hasrat hewaninya. Ia bergerak berdasarkan prinsip realitas (reality principle).

Superego adalah polisi kepribadian, mewakili yang ideal.Superego adalah hati nurani (conscience) yang merupakan internalisasi dari norma-norma sosial dan kultural masyarakatnya. Ia memaksa ego untuk menekan hasrat-hasrat yang tak berlainan ke alam bawah sadar.
Secara singkat, dalam psikoanalisis perilaku manusia merupakan interaksi antara komponen biologis (Id), komponen psikologis (ego), dan komponen sosial (superego); atau unsur animal, rasional, dan moral (hewani, akali, dan nilai).

Konsepsi Manusia dalam Behaviorisme

Behaviorisme lahir sebagai reaksi terhadap intropeksionisme (yang menganalisa jiwa manusia berdasarkan laporan-laporan subyektif) dan juga psikoanalisis (yang berbicara alam bawah sadar yang tidak tampak). Behaviorisme ingin menganalisa hanya perilaku yang nampak saja. Behaviorisme lebih dikenal dengan nama teori belajar, karena menurut mereka seluruh perilaku manusia kecuali instink adalah hasil belajar. Belajar artinya perubahan perilaku organisme sebagai pengaruh lingkungan. Behaviorisme tidak mau mempersoalkan apakah manusia baik atau jelek, rasional atau emosional; behaviorisme hanya ingin mengetahui sebagaimana perilakunya dikendalikan oleh faktor-faktor lingkungan.

Menurut paham ini,pengalaman adalah satu-satunya jalann ke kepemilikan  pengetahuan. Bukanlah ide yang menghasilkan pengetahuan, tetapi keduanya adalah produk pengalaman. Secara psikologis, ini berarti seluruh perilaku manusia, kepribadian dan tempramen ditentukan oleh pengalaman indrawi. Pikiran dan perasaan bukan penyebab prilaku tetapi disebabkan prilaku masa lalu.

Namun behaviorisme bungkam ketika dihadapkan pada kata “self-motivated”. Motivasi terjadi di dalam individu, sedangkan behaviorisme hanya melihat peristiwa-peristiwa eksternal. Perasaan dan pikiran tidak menarik perhatian behavioristik.

Konsepsi Manusia dalam Psikologi Kognitif

Ketika asumsi-asumsi Behaviorisme diserang habis-habisan pada akhir tahun 60-an dan awal tahun 70-an, psikologi sosial bergerak kearah paradigma baru. Manusia tidak lagi dipandang sebagai makhluk yang bereaksi secara pasif pada lingkungannya, tetapi sebagai makhluk yang selalu berusaha memahami lingkungannya: makhluk yang selalu berpikir (Homo Sapiens).

Kaum rasionalis memertanyakan apakah betul bahwa penginderaan kita, melalui pengalaman langsung, sanggup memberikan kebenaran. Kemampuan alat indera kita dipertanyakan karena seringkali gagal menyajikan informasi yang akurat.

Descartes, juga Kant, menyimpulkan bahwa jiwalah (mind) yang menjadi alat utama pengetahuan, bukan alat indera. Jiwa menafsirkan pengalaman inderawi secara aktif: mencipta, mengorganisasikan, menafsirkan, mendistorsi dan mencari makna. Tidak semua stimuli kita terima.

Mula-mula psikologi Gestalt hanya menaruh perhatian pada persepsi obyek. Beberapa orang menerapkan prinsip-prinsip Gestalt dalam menjelaskan perilaku sosial. Di antara mereka adalah Kurt Lewin, Solomon Asch, dan Fritz Heider. Heider dan Festinger membawa psikolagi kognitif ke dalam psikologi sosial. Secara singkat kita akan melihat perkembangan pengaruh psikologi kognitif ini dalam psikologi sosial, terutama untuk menggambarkan perkembangan konsepsi manusia dalam mazhab ini. Kenyataan menunjukkan bahwa manusia tidaklah serasional dugaan di atas. Seringkali malah penilaian orang didasarkan pada informasi yang tidak lengkap dan kurang begitu rasional. Penilaian didasarkan pada data yang kurang, lalu dikombinasikan dan diwarnai oleh prakonsepsi. Manusia menggunakan prinsip-prinsip umum dalam menetapkan keputusan. Kahneman dan Tversky (1974) menyebutnya “cognitive heuristics” (dalil-dalil kognitif).

Ada orang tua yang segera gembira ketika anaknya berpacaran dengan mahasiswa ITB, karena berpegang pada “cognitive heuristics” bahwa mahasiswa ITB mempunyai masa depan yang gemilang (tanpa memperhitungkan bahwa pacar anaknya adalah mahasiswa seni rupa yang meragukan masa depannya). Dari sini rnuncullah konsepsi Manusia sebagai Miskin Kognitif (The Person as Cognitive Miser). Walaupun psikologi kognitif sering dikritik karena konsep-konsepnya sukar diuji, psikologi kognitif telah memasukkan kembali “jiwa” manusia yang sudah dicabut oleh behaviorisme. Manusia kini hidup dan mulai berpikir. Tetapi manusia bukan sekadar makhluk yang berpikir, ia juga berusaha menemukan identitas dirinya dan mencapai apa yang didambakannya

Menurut Lewin prilaku manusia harus dilihat sesuai konteksnya karena menurut Lewin behavior merupakan hasil interakasi dari person dan lingkungannya. Lewin juga berbicara tentang tension yang menunjukkan suasana kejiwaan yang terjadi ketika kebutuhan psikologi tidak terpenuhi. Teori ini pada pokoknya menyatakan bahwa individu berusaha mengoptimalkan makna dalam persepsi, perasaan, kognisi dan pengalaman. Bila makna tidak optimal, timbul tension yang memotivasi orang untuk menguranginya.

Manusia dalam Konsepsi Psikologi Humanistik

Psikologi humanistik dianggap sebagai revolusi ketiga dalam psikologi. Revolusi pertama dan kedua adalah psikoanalisis dan behaviorisme. Pada behaviorisme manusia hanyalah mesin yang dibentuk lingkungan, pada psikoanalisis manusia melulu dipengaruhi oleh naluri primitifnya. Dalam pandangan behaviorisme manusia menjadi robot tanpa jiwa, tanpa nilai. Dalam psikoanalisis, seperti kata Freud seridiri, “we see a man as a savage, beast” (1930:86). Keduanya tadak menghormati manusia sebagai manusia. Keduanya tidak dapat menjelaskan aspek eksistensi manusia yang positif dan menentukan, seperti cinta, kreativitas, nilai, makna, dan pertumbuhan pribadi. Inilah yang diisi oleh psikologi humanistik. “Humanistic psychology’is not just the study of ‘human being- it is a commitment to human becoming, “tulis Floyd W. Matson (1973:19) yang agak sukar diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Carl Rogers menggarisbesarkan pandangan Humanisme sebagai berikut (kita pinjam dengan sedikit perubahan dari Coleman dan Hammen, 1974:33):

1) Setiap manusia hidup dalam dunia pengalaman yang bersifat pribadi di marxa dia — sang Aku, Ku, atau diriku (the I, me, or myself) – menjadi, pusat: Perilaku manusia berpusat pada konsep diri, yaitu persepsi rnanusia tentang identitas dirinya yang bersifat fleksibel dan berubah-ubah, yang muncul dari suatu medan fenomenal (phenomenal field). Medan keseluruhan pengalarnan subjektif seorang manusia, yang terdiri dari pengalaman-pengalaman Aku dan Ku dan pengalaman yang “bukan aku”.

2) Manusia berperilaku untuk~mempertahankan, meningkatkan, dan mengaktualisasikan diri.

3) individu bereaksi pada situasi sesuai dengdn persepsi ren¢ang dirinya dan dazrYianya — ia bereaksi paaa “realitas” seperti yang dipersepsikan olehnya clan dengazz cara yang sesuai dengan iconsep dirinya.

4) Anggapan adanya ancaman terhadap diri akan diikuti oleh pertahanan diri — berupa penyempitan dan pengkakuan (rigid ification) persepsi dan perilaku penyesuaian serta penggunaan mekanisme pertahanan ego seperti rasionalisasi.

5) Kecenderungan batiniah manusia ialah menuju kesehatan dan keutuhan diri. Dalam kor.disi yang normal ia berperilaku rasional dan konstruktif, serta rnemilih jalan menuju pengembangan dan aktualisasi diri.

Contoh Kasus :

Tembak  Mati Polisi, Gasak Rp. 1,9 Miliar Perampokan di Bank Mandiri Capem Jl. Bukit Kota, Kota Pinang, Labuhan Batu. Bandit-bandit jalanan itu menembak dua polisi dan satu diantaranya kabur dengan membawa uang hasil rampokan. Polisi sulit mengetahui identitas pada perampok. Sebab mereka menutupi wajahnya dengan kain sebo ketika menjalankan aksinya. Aksi perampokan yang terjadi pukul 10.000 WIB pagi  itu diawali dengan kedatangan sebuah Daihatsu Troper berplat BM. Begitu berhenti di parkiran, beberapa penumpang mobil itu berhamburan turun. Mereka langsung memberondongkan tembakan ke udara. “Empat orang menenteng senpi laras panjang dan dua senpi genggam,”ujar saksi mata di tempat kejadian. Setelah  merobohkan Bripda Lauri, enam perampok masuk ke bank. Mereka menodong kasir lalu memaksanya untuk mengumpulkan uang yang ada di bank. Kasir yang ketakutan buru-buru mengambil semua uang seperti yang diminta perampok (JP, 26 Oktober 2004).    Kengerian, ketakutan, keheranan, kebencian dan bahkan trauma psikologis barangkali yang menjadi kata-kata yang terungkap setelah melihat atau mengalami peristiwa tersebut.

(Sumber : salah satu berita di surat kabar)

Analisis :

Pendekatan Psikoanalisis

Perilaku kriminal merupakan representasi dari “Id” yang tidak terkendalikan oleh ego dan super ego. Id ini merupakan impuls yang memiliki prinsip kenikmatan (Pleasure Principle). Ketika prinsip itu dikembangkannya Superego terlalu lemah untuk mengontrol impuls yang hedonistik ini. Pada akhirnya, perilaku untuk sekehendak hati asalkan menyenangkan muncul dalam diri seseorang.  Mengapa super-ego lemah? Hal itu disebabkan oleh resolusi yang tidak baik dalam menghadapi konflik. Penjelasan lainnya dari pendekatan psikoanalis yaitu bahwa tindakan kriminal disebabkan karena rasa cemburu pada bapak yang tidak terselesaikan, sehingga individu senang melakukan tindak kriminal untuk mendapatkan hukuman agar merasa diperhatikan.

Psikoanalist lain (Bowlby:1953) menyatakan bahwa aktivitas kriminal merupakan pengganti dari rasa cinta dan afeksi. Umumnya kriminalitas dilakukan pada saat hilangnya ikatan cinta ibu-anak.

Pendekatan Behaviorisme

Bandura menyatakan bahwa peran model dalam melakukan penyimpangan yang berada di rumah, media, dan subcultur tertentu (gang) merupakan contoh baik tuntuk terbentuknya perilaku kriminal orang lain.  Observasi dan kemudian imitasi dan identifikasi merupakan cara yang biasa dilakukan hingga terbentuknya perilaku menyimpang tersebut. Ada dua cara observasi yang dilakukan terhadap model yaitu secara langsung dan secara tidak langsung (melalui vicarious reinforcement)Tampaknya metode ini yang paling berbahaya dalam menimbulkan tindak kriminal. Sebab sebagian besar perilaku manusia dipelajari melalui observasi terhadap model mengenai perilaku tertentu.  Pada kasus diatas, mungkin ia mempelajari dan meniru dari adaegan-adegan perampokan di film-film, terutama film action barat, yang terkadang sangat tidak mungkin dilakukan di Negara kita.

DAFTAR PUSTAKA

Rakhmat, Jalaludin. 2007. Psikologi Komunikasi, Edisi Revisi. Bandung : Remaja Rosdakarya

http : //www. Rumahbelajarpsikologi.com

http://forum.psikologi.ugm.ac.id

ILMU KOMUNIKASI

ILMU KOMUNIKASI

Pengertian Komunikasi

Hmm…iLmu komunikasi..Kenapa harus dipelajari???…Apa itu Komunikasi?….Apa itu iLmu komunikasi?

Kini banyak sekali universitas-universitas yang membuka jurusan ilmu komunikasi. Bahkan bagi para pegawai yang bekerja di perusahaan besar pun di training cara-cara berkomunikasi. Mengapa kini segalanya memerlukan komunikasi? Sebenarnya seberapa pentingkah komunikasi itu?

Komunikasi merupakan suatu kata yang berasal dari bahasa latin, yakni communis;bersama. Maksud sama disini adalah komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan dari sumber informasi kepada penerima informasi untuk mencapai suatu pemaknaan yang sama.

Ilmu komunikasi adalah suatu studi mengenai segala proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain. Atau secara singkatnya ilmu komunikasi adalah suatu studi yang mempelajari komunikasi.

Mengapa saya masuk Jurusan ilmu Komunikasi?

Ternyata komunikasi tak semudah yang kita kira. Komunikasi sangat berbeda jika dilihat dari latar belakang budaya yang dialami setiap individu. Perbedaan budaya yang saya alami, membuat saya sangat ingin mengetahui mengenai maslah komunikasi lebih dalam lagi.baik maslah komunikasi persona maupun antar individu, antar budaya, maupun lintas budaya. Karena menurut saya, sangat menarik mempelajari bahasa manusia yang sangat berbeda. Saya akan menceritakan pengalaman hidup saya ketika berpindah-pindah rumah karena harus ikut orang tua.

Pengalaman kesalahan komunikasi

Ketika itu sekitar tahun 1992, ayah saya menyelesaikan S3 di negeri kangguru, Australia. Ibu saya, saya, dan kakak saya pun diajak ke negeri tersebut. Ketika itu umur saya masih sekitar 2 tahun. Akhirnya setelah 4 tahun, saya dan keluarga saya pindah lagi ke Indonesia. Dan tak lama kemudian, ibu saya memasukkan saya ke sekolah TK. Dan sejak saat itu, saya merasa heran kepada teman-teman saya di TK tersebut. Sungguh, saat itu selalu saya ingat. Setiap saya berbicara, saya dijauhi, saya tidak ditanggapi. Padahal saya hanya berusaha mencari teman. Saya tidak tahu mengapa mereka begitu terhadap saya. Saya pun lulus TK dan tak begitu banyak teman TK yang saya ingat. Tak disangka ketika saya memasuki bangku SMA, saya bertemu dengan salah satu teman TK saya. Tak disangka ia berbicara kepada teman saya yang lain “ eh tau ga?si cha-cha kan dulu waktu TK ga punya temen” . lalu saya tanggapi “iiiih…ko masih inget sih??lu tau gak knp?beneran, ampe sekarang gw bingung”. Lalu dia menjawab “yaiyalah!lu ngomong pake bahasa yang ga kita ngerti. Masa lu ngomong bahasa inggris ama anak TK. Kan seumuran itu kita ga ngerti “ .

Kasus penyesuaian diri berikutnya terjadi ketika saya pindah ke propinsi Riau. Sebelumnya saya tinggal di kota hujan, Bogor. Ketika itu saya juga menjadi seorang murid baru di salah satu Sekolah Menengah Pertama swasta di salah satu kota di Riau. Ketika telah masuk sekolah, Alhamdulillah saya dapat menyesuaikan diri untuk bergaul dengan orang-orang baru disekitar saya. Namun hanya masalah bahasa saja yang saya kurang pahami. Saat tahun ajaran baru tersebut, jadwal praktikum masih belum jelas lalu ada seorang teman saya bertanya “ Cha, semalam kau ke sekolah? ”, nah otomatis kan saya jawab “ hah? Ga lah! Ngapain ke sekolah malem-malem?”. Saat itu spontan teman-teman saya tertawa. Mengapa? Bagi orang setempat, “semalam” berarti “kemarin”. Pada lain harinya teman saya berkata “Cha, semalam sore aku lewat depan rumah kau lho naek kereta”. Saat itu saya bingung. Kereta? Lalu dia berkata lagi “maaf ya ga sempet mampir soalnya minyaknya udah mau habis “. Saya pun berpikir lagi, minyak?minyak apa?. Lalu saya pun menjawab” kereta?perasaan di depan rumah saya ga ada rel kereta?trus emank kereta pake minyak apa?bukannya pake listrik? “ sungguh, dia langsung tertawa terbahak-bahak. Kemudian esoknya ia bercerita kepada teman-teman saya yang lainnya dan mereka pun tertawa lalu salah satunya berkata “ cha..cha..kau polos kali”. Lalu saya pun menjawab “ kali?emang ada kali apa?” . Saya tak tahu saya yang memang benar bego atau saya memang tidak mengerti, saat itu teman2 saya semuanya langsung tertawa-tawa. Dan sejak saat itu saya mendapat julukan cewe “lugu” , lucu-lucu lugu.

SeJarah Singkat Lmu Komunikasi

Pada awalnya ilmu komunikasi berkembang di dua negara yakni Jerman dan Amerika. Namun, di Jerman awalnya disebut Publisistik dan di Amerika disebut Retorika dan Jurnalistik.

Akibat dari revolusi industry, peranan pers dalam pembentukan pendapat umum banyak menarik perhatian para pemikir. Max Weber (1864-1920) merupakan orang yang pertama kali mengembangkan ilmu pers dengan landasan ilmiah.

iLmu Komunikasi

JERMAN

Publisistik

· Ditujukan untuk public

· Bersifat actual

· Dilakukan dengan cara persuasive

· Didasarkan pada norma dan ideology

· Menggunakan bentuk pesan dan pernyataan yang jelas dan mengesankan

· Digerakkan oleh orang-orang yang mempunyai karakter dan menjiwai misi yang diembannya.

AMERIKA

Jurnalistik

· Journalism sebagai seni

(Benyamin Franklin)

· Journalism sebagai ilmu Sosial

( Robert Lee)

· Journalism sebagai Komunikasi)

(Harold LAsswell)

· Jornalism menjadi ilmu komunikasi

(Wilbur Schramm)

Retorika

· Aristoteles

Semua cara persuasive melalui:

1. Ethos

2. Pathos

3. Logos

· Francis Bacon

Tdak membatasi retorika pada pidato saja, melainkan pada tulisan

· Pengaruh fisafat Amerika yang pregmantis, retorika digeser oleh istialah “Speech”

Mengapa Harus diPelajari??

Lalu mengapa komunikasi harus dipelajari Mengapa kita harus bersusah payah mempelajari sesuatu yang kita lakukan setiap hari? Terbiasa berkomunikasi sebenarnya belum berarti memahami komunikasi. Menurut Porter dan Samovar memahami komunikasi manusia berarti memahami apa yang terjadi selama komunikasi berlangsung, mengapa itu terjadi, akibat-akibat apa yang terjadi, dan akhirnya apa yang dapat kita perbuat untuk mempengaruhi dan memaksimumkan hasil-hasil dari kejadian tersebut.

Meskipun komunikasi menyangkut perilaku manusia, tidak semua perilaku manusia adalah komunikasi. Menurut peace dan Faules, perbedaan tersebut sederhana namun rumit. Menurut mereka terdapat dua bentuk umum tindakan yang dilakukan orang yang terlibat dalam komunikasi, yaitu penciptaan pesan dan penafsiran pesan.

Secara ringkas, komunikasi perlu dipelajari karena:

1. Manusia bersifat Etnosentrik ; Persepsi manusia bersifat subjekti sehingga perlu adanya saling memahami, dan untuk saling memahami itu, manusia perlu cara-cara komunikasi

2. Untuk memenuhi kebutuhan sebagai manusia. Komunikasi efektif bila pesan yang dimaksud tersampaikan

3. Komunikasi itu rumit , dinamis dan terikat oleh budaya

4. Adanya perkembangan dan kemajuan IPTEK menuntut manusia untuk mempelajari komunikasi guna memperoleh informasi.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.