Archive for October 30, 2010

Walau Sempit, tak mati kreatifitas…

“Dayeuh Kolot” , ya sebuah kota di salah satu pinggiran kota Bandung. Tidak..mungkin memang sudah masuk ke dalam wilayah kabupaten Bandung, siapa yang tidak mengenal wilayah tersebut. ‘Daerah banjir’, ‘daerah macet’,'jauh dari kota’,'airnya kotor’, ya..itulah kalimat-kalimat yang sering kita dengar dari mulut masyarakat yang tinggal di daerah kota mengenai ‘Dayeuh Kolot’. Kita akan mulai terbayang mengenai daerah-daerah kotor yang tidak terurus seperti dipinggiran kota. Bagaimana anak-anak sekolah dapat berkembang disana dan bagaimana mereka bermain krena lahan dan daerah-daerah yang sudah banyak dijadikan daerah industri dan kawasan pendidikan serta dijadikan usaha tempat kost. Namun siap sangka daerah yang cukup sempit untuk dijadikan ruang gerak tidak mematikan berbagai aktifitas dan kreatifitas dari anak-anak untuk terus berkarya dan bermain mewujudkan impian mereka di masa depan.

kreatifitas semakin meningkat

Suatu hari, dalam rangka mengerjakan tugas kuliah, saya menelusuri kawasan di dayeuh kolot itu. Kemudian disatu gang di kawasan jalan telekomunikasi terusan buah batu, terdengar gelak tawa dari anak-anak. Perlahan saya mendekati sumber suara tersebut,ternyata ada segerombolan anak-anak yang sedang bermain engrang. Terlihat dari senyum dan tawa anak-anak tersebut, mereka terlihat bahagia bermain diruang yang sempit itu. Kreasi mereka untuk terus bermain dan menciptakan suatu permainan terus diasah. Dibandingkan dikota, anak-anak jaman sekarang seperti tidak pernah merasakan yang namanya masa kanak-kanak. Anak-anak yang hidup ditengah kota, ditengah era globalisasi cenderung memilih bermain di dalam mall, menonton di bioskop bahkan mungkin berkutat di depan komputer atau warnet untuk terus meng’update‘ status dijejaring sosial. ya.itulah anak-anak jaman sekarang. Walau nama daerah dayeuh kolot sering dinilai negatif, namun ternyata tidak begitu. Anak-anak dapat terus bermain.

 

 

 

canda tawa mereka...

lihat wajah polos mereka...

Pada hari berikutnya, saya melihat anak-anak bermain bola di tengah gang yang sempit. Mereka tidak memiliki wilayah  untuk bermain di lapangan yang luas, bahkan di stadion sekalipun. Namun anehnya ketika saya bertanya pada mereka ‘ade-ade pada pengen jadi pemain bola ya?’, dengan wajah polos mereka menjawab ‘engga teh,cuma ingin bermain dan yang penting senang’. hmm…cukup aneh untuk jawaban seorang anak yang kira-kira beurmur 7 atau 8 tahun. Namun mungkin siapa sangka beberapa tahun ke depan, mereka bisa berkembang menjadi seorang pemain sepak bola yang handal dan bisa membawa negara Indonesia menuju piala dunia. Who Knows???


anak-anak bermain bola di gang

gelak tawa mereka..

Kreatifitas yang dimiliki seorang anak tidak akan dapat tertahan oleh siapapun dan kapanpun. Karena pada nantinya, mereka akan memiliki suatu bakat yang akan muncul. Tak peduli mereka tinggal di Kota atau di pinggiran kota. Yang membedakan hanyalah pola pikir. Kehidupan kota yang selalu dimanjakan oleh teknologi yang serba cepat membuat otak manusia tidak berkembang karena mereka tidak memikirkan suatu cara untuk keluar dari suatu kesulitan dan sebaliknya kehidupan yang keras dipinggiran kota membuat manusia semakin berpikir kreatif untuk menghadirkan sesuatu yang baru. Jadi jangan pernah menyepelekan anak-anak yang sering dibilang  ’ndeso’.

:p

BURANGRANG FooD

Saat ini banyak sekali makanan beredar dimasyarakat. Tak hanya masalah teknologi yang berkembang, tapi juga kreatifitas manusia pun semakin meningkat di bidang tata boga. Bagi orang-orang yang senang berwisata kuliner, mungkin tak cukup satu hari untuk mencari berbagai makanan baru hasil kreatifitas manusia dalam satu hari..

hm..

sore itu, iseng nyari pisang goreng menyusuri jalan,eh nyampenya ke jalan burangrang di Bandung…padahal gw am tmn gw berangkat dari dayeuh kolot! jauh amat yah nyari pisang goreng ampe ke jalan burangrang…-,-”

kita lagi nyari pisang goreng yang banyak pasir2nya gitu (pisang yang banyak kriuk2nya ituuu…pokokny gitu deeee..susah dijelaskan dengna kata2..hihi.)

dan saat itu,kita dikagetkan dengan gerobak yang yang menjual makanan jadoel banget bertuliskan kue balok JANDA…

(back to memory ketika gw makan di nasi bancakan,ngeliat kue balok,tpi ga kesampean mau nyoba)

finally,perhatian kita tertuju ksitu, dan akhirnya tertarik untuk membeli jajanan makanan jaman dulu ini…

kue balok

hmm..cobain deh

namanya cukup unik..KUE BALOK SARANG JANDA..penjualnya bilang, JANDA merupakan singkatan dari JAJANAN SUNDA,,jadi maksud dari nama tersebut, di dalam tempat tersebut, terdapat berbagai jenis jajanan sunda,,tempatnya cukup unik. hanya dengan gerobak dan beratapkan terpal,tapi di dalamnya ternyata tak hanya ada kue balok,tapi terdapat jenis kue jadul khas sunda lainnya. seperti sejenis kue wajit,kacang2an,bandrek dan makanan lainnya. memang sepanjang jalan burangrang hanya disinilah terdapat kue balok dan merupakan tempat jajanan makanan tempo doeloe. tertarik datang? tapi bukanya mungkin hanya malam saja. cenderung orang-0rang mulai hunting makanan dari sore menjelang malam.

ternyata cara membuatnya cukup unik..

rasanya c sama saja seperrit kue pukis,namun cara membuatnya adalah dibakar diatas arang yang panas..bagian atas kue pun agar matang,ditimpa dengan arang panas..cukup unik dan cukup merepotkan,,(haha..apalgi abang yang jualnya y!!)

bara api untuk membakar kue balok

 

Sudah lama kue balok ini tidak banyak beredar disekitar masyarakat sunda karena tertutupi dengan berbagai jenis makanan lain yang lebih kreatif  dan inovatif. Banyak sekali kue-keu “aneh” yang ada di kota bandung seiring semakin berkembangnya kreatifitas manusia untuk senantiasa mencari hal-hal baru yang dapat dijadikan peluang mengeruk rejeki. namun tak ada salahnya kan melestarikan makanan-makanan yang jaman dulu pernah ada di Indonesia. cara-cara pembuatan kue yang masih tradisional justru kadang lebih mengundang selera dibandingkan dengan cara pembuatan makanan yang serba instan.

Dijaman era seperti sekarang memang sudah serba instan. Seluruh makanan pun sudah banyak yang serba instan yang banyak mengandung bahan kimia. Tuntutan kegiatan manusia yang semkin sibuk membuat manusia menginginkan yang serba instan yang sebenarnya berbahaya untuk kesehatan. Makanan-makanan tradisional yang cara pembuatannya lebih aman jarang dipilih oleh masyarakat sekarang karena sudah terbukanya gerbang informasi yang begitu lebar.

namun seperti budaya, kita pun tak boleh lekas melupakan makanan yang pernah menjadi makanan keseharian negara kita ini. Karena ternyata untuk jaman sekarang, kue-kue seperti itu tergolong unik dan mungkin memiliki nilai jual yang tinggi jika di eksport ke negara-negara yang berpotensi untuk menyukai makanan tersebut. Kita sebagai bangsa Indonesia harus terus bangga akan kekayaan yang kita miliki,baik dari makanan, budaya, kekayaan alam dan lain sebagainya.

:p

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.