Archive for October, 2010

Walau Sempit, tak mati kreatifitas…

“Dayeuh Kolot” , ya sebuah kota di salah satu pinggiran kota Bandung. Tidak..mungkin memang sudah masuk ke dalam wilayah kabupaten Bandung, siapa yang tidak mengenal wilayah tersebut. ‘Daerah banjir’, ‘daerah macet’,'jauh dari kota’,'airnya kotor’, ya..itulah kalimat-kalimat yang sering kita dengar dari mulut masyarakat yang tinggal di daerah kota mengenai ‘Dayeuh Kolot’. Kita akan mulai terbayang mengenai daerah-daerah kotor yang tidak terurus seperti dipinggiran kota. Bagaimana anak-anak sekolah dapat berkembang disana dan bagaimana mereka bermain krena lahan dan daerah-daerah yang sudah banyak dijadikan daerah industri dan kawasan pendidikan serta dijadikan usaha tempat kost. Namun siap sangka daerah yang cukup sempit untuk dijadikan ruang gerak tidak mematikan berbagai aktifitas dan kreatifitas dari anak-anak untuk terus berkarya dan bermain mewujudkan impian mereka di masa depan.

kreatifitas semakin meningkat

Suatu hari, dalam rangka mengerjakan tugas kuliah, saya menelusuri kawasan di dayeuh kolot itu. Kemudian disatu gang di kawasan jalan telekomunikasi terusan buah batu, terdengar gelak tawa dari anak-anak. Perlahan saya mendekati sumber suara tersebut,ternyata ada segerombolan anak-anak yang sedang bermain engrang. Terlihat dari senyum dan tawa anak-anak tersebut, mereka terlihat bahagia bermain diruang yang sempit itu. Kreasi mereka untuk terus bermain dan menciptakan suatu permainan terus diasah. Dibandingkan dikota, anak-anak jaman sekarang seperti tidak pernah merasakan yang namanya masa kanak-kanak. Anak-anak yang hidup ditengah kota, ditengah era globalisasi cenderung memilih bermain di dalam mall, menonton di bioskop bahkan mungkin berkutat di depan komputer atau warnet untuk terus meng’update‘ status dijejaring sosial. ya.itulah anak-anak jaman sekarang. Walau nama daerah dayeuh kolot sering dinilai negatif, namun ternyata tidak begitu. Anak-anak dapat terus bermain.

 

 

 

canda tawa mereka...

lihat wajah polos mereka...

Pada hari berikutnya, saya melihat anak-anak bermain bola di tengah gang yang sempit. Mereka tidak memiliki wilayah  untuk bermain di lapangan yang luas, bahkan di stadion sekalipun. Namun anehnya ketika saya bertanya pada mereka ‘ade-ade pada pengen jadi pemain bola ya?’, dengan wajah polos mereka menjawab ‘engga teh,cuma ingin bermain dan yang penting senang’. hmm…cukup aneh untuk jawaban seorang anak yang kira-kira beurmur 7 atau 8 tahun. Namun mungkin siapa sangka beberapa tahun ke depan, mereka bisa berkembang menjadi seorang pemain sepak bola yang handal dan bisa membawa negara Indonesia menuju piala dunia. Who Knows???


anak-anak bermain bola di gang

gelak tawa mereka..

Kreatifitas yang dimiliki seorang anak tidak akan dapat tertahan oleh siapapun dan kapanpun. Karena pada nantinya, mereka akan memiliki suatu bakat yang akan muncul. Tak peduli mereka tinggal di Kota atau di pinggiran kota. Yang membedakan hanyalah pola pikir. Kehidupan kota yang selalu dimanjakan oleh teknologi yang serba cepat membuat otak manusia tidak berkembang karena mereka tidak memikirkan suatu cara untuk keluar dari suatu kesulitan dan sebaliknya kehidupan yang keras dipinggiran kota membuat manusia semakin berpikir kreatif untuk menghadirkan sesuatu yang baru. Jadi jangan pernah menyepelekan anak-anak yang sering dibilang  ’ndeso’.

:p

BURANGRANG FooD

Saat ini banyak sekali makanan beredar dimasyarakat. Tak hanya masalah teknologi yang berkembang, tapi juga kreatifitas manusia pun semakin meningkat di bidang tata boga. Bagi orang-orang yang senang berwisata kuliner, mungkin tak cukup satu hari untuk mencari berbagai makanan baru hasil kreatifitas manusia dalam satu hari..

hm..

sore itu, iseng nyari pisang goreng menyusuri jalan,eh nyampenya ke jalan burangrang di Bandung…padahal gw am tmn gw berangkat dari dayeuh kolot! jauh amat yah nyari pisang goreng ampe ke jalan burangrang…-,-”

kita lagi nyari pisang goreng yang banyak pasir2nya gitu (pisang yang banyak kriuk2nya ituuu…pokokny gitu deeee..susah dijelaskan dengna kata2..hihi.)

dan saat itu,kita dikagetkan dengan gerobak yang yang menjual makanan jadoel banget bertuliskan kue balok JANDA…

(back to memory ketika gw makan di nasi bancakan,ngeliat kue balok,tpi ga kesampean mau nyoba)

finally,perhatian kita tertuju ksitu, dan akhirnya tertarik untuk membeli jajanan makanan jaman dulu ini…

kue balok

hmm..cobain deh

namanya cukup unik..KUE BALOK SARANG JANDA..penjualnya bilang, JANDA merupakan singkatan dari JAJANAN SUNDA,,jadi maksud dari nama tersebut, di dalam tempat tersebut, terdapat berbagai jenis jajanan sunda,,tempatnya cukup unik. hanya dengan gerobak dan beratapkan terpal,tapi di dalamnya ternyata tak hanya ada kue balok,tapi terdapat jenis kue jadul khas sunda lainnya. seperti sejenis kue wajit,kacang2an,bandrek dan makanan lainnya. memang sepanjang jalan burangrang hanya disinilah terdapat kue balok dan merupakan tempat jajanan makanan tempo doeloe. tertarik datang? tapi bukanya mungkin hanya malam saja. cenderung orang-0rang mulai hunting makanan dari sore menjelang malam.

ternyata cara membuatnya cukup unik..

rasanya c sama saja seperrit kue pukis,namun cara membuatnya adalah dibakar diatas arang yang panas..bagian atas kue pun agar matang,ditimpa dengan arang panas..cukup unik dan cukup merepotkan,,(haha..apalgi abang yang jualnya y!!)

bara api untuk membakar kue balok

 

Sudah lama kue balok ini tidak banyak beredar disekitar masyarakat sunda karena tertutupi dengan berbagai jenis makanan lain yang lebih kreatif  dan inovatif. Banyak sekali kue-keu “aneh” yang ada di kota bandung seiring semakin berkembangnya kreatifitas manusia untuk senantiasa mencari hal-hal baru yang dapat dijadikan peluang mengeruk rejeki. namun tak ada salahnya kan melestarikan makanan-makanan yang jaman dulu pernah ada di Indonesia. cara-cara pembuatan kue yang masih tradisional justru kadang lebih mengundang selera dibandingkan dengan cara pembuatan makanan yang serba instan.

Dijaman era seperti sekarang memang sudah serba instan. Seluruh makanan pun sudah banyak yang serba instan yang banyak mengandung bahan kimia. Tuntutan kegiatan manusia yang semkin sibuk membuat manusia menginginkan yang serba instan yang sebenarnya berbahaya untuk kesehatan. Makanan-makanan tradisional yang cara pembuatannya lebih aman jarang dipilih oleh masyarakat sekarang karena sudah terbukanya gerbang informasi yang begitu lebar.

namun seperti budaya, kita pun tak boleh lekas melupakan makanan yang pernah menjadi makanan keseharian negara kita ini. Karena ternyata untuk jaman sekarang, kue-kue seperti itu tergolong unik dan mungkin memiliki nilai jual yang tinggi jika di eksport ke negara-negara yang berpotensi untuk menyukai makanan tersebut. Kita sebagai bangsa Indonesia harus terus bangga akan kekayaan yang kita miliki,baik dari makanan, budaya, kekayaan alam dan lain sebagainya.

:p

Kalakuan di Bandung

hm…ada-ada aj nih kelakuan masyarakat indonesia. Aksi anarkis terus aj berlangsung,aksi demonstrasi trus aj dilakukan oleh warga kita..namun ada masalah-masalah kecil yang sebenernya timbul dari kelakuan orang kita sendiri. contohnya aj peraturan-peraturan lalu lintas yang sering dlanggar (termasuk aku c..ahhaha)ya ngga pke helm-lah,ga punya sim-lah,ga ada stnk-lah..

sore itu,menyusuri jalan pelajar pejuang di bandung menuju arah jalan riau bersama seorang teman, melihat kalakuan salah sahiji urang bandung anu teu taat lalu lintas. waktu itu palang kereta api mulai turun,,

brrrrrmmmmmm….

brrrrrrmmmmmmm…

banyak motor yang berusaha menarik gasnya kencang2 supaya tidak tertahan dibalik palang kereta api…

seharusnya mereka menurunkan kecepatan mereka,tpi kok malah tancep gas??

bahkan,saat palang pintu kereta api sudah turun dengan sempurna, banyak pengendara yang berusaha menerobos palang tersebut..

kalakuan c ucing garong

(ternyata hipotesis ku terbukti….)

hmm….ya..

hipotesis tentang pengguna motor di Indonesia. Mereka ternyata orang yang tidak sabaran..

kumaha indonesia....

bisa kita lihat dijalan-jalan, mereka para pengendara sepeda motor menggarap trotoar yang seharusnya menjadi jalan para pejalan kaki (saking ga mau kena macet gitu…),ngambil jalur arah berlawanan pun sering kita lihat..

ada-ada aja yah..

ckckckck..

prihatin sendiri liat negara Indonesia gni..

(secara gw ini orang Indonesia)

bukankah para pengendara motor itu uda dewasa?seharusnya mereka bisa menjadi contoh yang baik bagi anak cucu mereka..

kini,jumlah pengendara sepeda motor di Indonesia meningkat. otomatis kemungkinan kecelakaan lalu lintas karena sepeda motor bisa meningkat..ya akibat kelalaian dari pengendara sendiri..

apalagi klo menurut saya,pengendara sepeda motor di Bandung cukup ugal-ugalan..

disusul isu tindakan ugal-ugal dari geng motor di kota Bandung..

title-title seperti XTC dan BRIGEZ sudah banyak beredar di Bandung,,

uuugh..syeremm…

(sebenernya,gw msh penasaran,apa mereka seseram yang biasa orang awam bilang..cukup menantang untuk mencari tauu..^^,)?tapppiii……………..-,-”)

bener juga kata bang napi,sebenernya kita sendiri yang memancing untuk mmemicu terjadinya sebuah kejadian kriminal..

tdi buktinya, para pengendara sepeda motor sendiri yang mencari ulah dengan menerobos palang pintu kereta api..

aya2 wae euy..mereka pada ga takut mati ap yah,,tr klo ketabrak,keluarga mereka juga yang repot. Padahal itu semua akibat kelakuan mereka sendiri.Terkadang bahkan ada yang malah nyalahin pihak kereta apinya..

nah terbuktikan klo kelalaian datang dari pengendara sendiri??

tapi tiba-tiba ada hal yang muncul dibenak gw,knp presiden dan jajarannya ga pernah ngrasain  yang namanya macet???

padahal mereka kan masyarakat indonesia juga..cuma status dan materi yang membedakan.

 

ayo kita taati peraturan dan hukum yang berlaku untuk Indonesia yang lebih baik…

dan semoga yang mentaati tak hanya masyarakat indonesia,tpi juga para pejabat2 negeri kita…

:)

My Memory

Ingin rasanya aku mendekap tubuhnya

Entah mengapa napas dalam jiwaku bertambah sesak

Mengingat kebaikan dirinya, membuatku semakin rapuh

Mengingat keburukan dirinya membuatku semakin menyayanginya

Rasa ini akan selalu terpendam dalam kalbuku

Tak usah kau pedulikan lagi hidupku

Karena itu semakin menyiksaku

Karena itu semakin menyesakkan dadaku

Karena itu semakin menyakiti perasaanku

tapi…

Lagi-lagi kau peduli denganku…

yaa…

peduli dengan kesendirianku….

sudah berakhirkah?

 

Bandung,17 oktober 2010

di kala senja menerpa

 

inspired by someone

Selalu

Banyak kisah yang kita lewati bersama

Kisah indah yang tak mungkin terlupakan

Dulu hingga saat ini,kenangan itu selalu tersirat dalam

hembusan angin yang menerpaku

Dalam setiap belaiannya ku teringat sosok bayangan yang

pernah hadir dalam hidupku

Dalam setiap hembusannya ku meneteskan butir mutiara alami dalam mataku

Dalam setiap nadirku, ku tak mampu untuk melupakan setiap detik bersamamu

 

kini,kau akan pergi jauh dari hidupku

membuka lembaran baru dengan pilihan hidupmu

ku tak mampu untuk melihat kenyataan ini

ku tak bisa menahan rasa sesak ini

yang dapat ku lakukan hanyalah mendoakan yang terbaik untukmu

berikanlah yang terbaik untuk orang yang kau sayangi

berikanlah seluruh perjuanganmu untuk menggapai asamu

 

walaupun kau jauh..

walaupun kau pergi ke bagian hidupmu yang baru..

ingatlah selalu..

bahwa aku selalu menyayangimu..

bahwa aku akan selalu mendukungmu..

bahwa aku akan selalu ada untukmu….

satu langkah untuk beribu langkah

 

Bandung, 17 oktober 2010

di hari yang mendung..

 

Inspired by someone

Lika Liku Perjalanan Laskar Informasi

Didunia kewartawanan siapa sih yang tidak kenal dengan film VERONICA GUERIN???sekilas saja, film yang disutradarai oleh Joel Schumacher dan dibintangi oleh Cate Blanchett yang diambil dari kisah nyata mengisahkan mengenai perjalanan seorang wartawan untuk mencari sebuha fakta untuk memenuhi tanggung jawab sosial..



nah dari film tersebut,banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dan gambaran yang dapat diperoleh untuk menjalankan tugas seorang jurnalist..

yaa.,.saya memang lebih suka mengambil sebuah pelajaran berharga dari sebuah film daripada duduk terpaku di dalam kelas mendengarkan dosen (klo tidak mengantuk), mencatat apa yang dibilang dosen (klo tidak malas) dan lain sebagainya..sebuah ketertarikan dapat dimulai jika kita menikmatinya…

“Kehidupan adalah keteguhan tekad, bukan apa yang diberikan oleh kehidupan

tetapi apa yang kita berikan untuk kehidupan;bukan apa kesulitan kita

tetapi bagaimana kita menghadapi kesulitan”

( Lewis L Dunnington)

Ketika awal saya mengenal kegiatan jurnalistik adalah pada waktu SMA ketika mengikuti  sebuah pelatihan jurnalistik yang diadakan oleh salah satu harian tertentu. Ketika itu, saya menganggap bahwa menjadi seorang wartawan atau menjadi seorang journalist sangatlah berat. Terutama ketika mencari berita. Apalagi setelah saya menonton film “Veronica Guerin”. Itu adalah sebuah film jurnalistik yang sangat hebat. Veronica Guerin benar-benar seorang Jurnalist sejati. Ia benar-benar memiliki rasa keingintahuan yang sangat besar sampai-sampai bertaruh nyawa. Seorang wartawan harus tanggap terhadap keadaan disekelilingnya, harus mempunyai rasa keingintahuan yang  besar mengenai keadaan disekitarnya dan harus berpikir kritis tentang apa yang dilihatnya. Itulah beberapa criteria yang Saya lihat dari film veronica Guerin ini dalam dunia kewartawanan.

Wartawan adalah seseorang yang harus mampu mencari sebuah kebenaran akan berita yang ia tulis. Bahkan dalam film veronica Guerin, ia mengejar sampai kepada pihak yang langsung terlibat, yakni dari Bandar pengedar narkoba dan dari korbannya secara langsung. Wartawan harus lihai dalam menarik narasumbernya sehingga ia dapat menggali informasi yang sebanyak-banyaknya mengenai hal yang ia ingin tahu.

Namun disisi lain, menurut saya, wartawan bertugas hampir sama seperti seorang polisi, seorang penyelidik bahkan mungkin seperti detektif. Ketika ia sedang menjalankan tugas, ia akan selalu bertanya mengenai apa yang akan diberitakan dalam tulisannya. Sehingga terkadang tanpa disadari fungsinya telah melebihi seorang wartawan, yakni sebagai polisi bagian investigasi. Sehingga terkadang ini dapat mengancam nyawanya sendiri karena terlalu gegabah dalam melakukan tugasny. Ya. Seperti yang terjadi pada veronica Guerin yang nekad meneruskan penulisan beritanya mengenai pengedaran narkoba walaupun ia telah diancam dan dihajar habis-habisan oleh musuhnya yang tak lain adalah narasumbernya skaligus pelaku pembunuhan dan pengedar narkoba di Irlandia.

Dalam Undang-Undang No. 11 tahun 1996, pasal 1 ayat 3 disebutkan: “Kewartawanan ialah pekerjaan/kegiatan/ usaha yang berhubungan dengan pengumpulan, pengelolaan dan penyiaran dalam bentuk fakta, pendapat, ulasan, gambar-gambar dan lain-lain sebagainya untuk perusahaan, radio, televisi dan film”.

Dunia kewartawanan itu sangat berat. Dimana ketika kebenaran mulai ditanyakan, biasanya akan berbalik mengancam dirinya sendiri. Apalagi kalau ada kata-kata tertentu yang salah dikatakan dalam tulisan kita akan dapat menjadi sebuah konflik yang mungkin akan berujung pada hukum pengadilan. Sehingga pemilihan kata-kata dalam penulisan berita oleh seorang wartawan pun sangat perlu diperhatikan. Selain itu, menurut Saya wartawan itu tak selamanya disukai, karena pada satu sisi, tulisan yang dibuat akan dapat menarik musuh. Misalnya ketika tulisan itu menyangkut mengenai kejahatan seseorang seperti berita narkoba yang menyebut Jhon Giliigan perlu diselidiki yang diangkat oleh veronica Guerin. Akhirnya veronica Guerin menjadi target pembunuhsan bulan-bulanan dari Jhon Gilligan. Dan mungkin tak hanya Veronica Guerin yang gugur dalam tugasnya. Tetapi masih banyak wartawan lain baik di Indonesia maupun di luar negeri yang dihilangkan oleh para penjahat yang dimuat dalam tulisan seorang journalist. Oleh karena itu, selain kesiapan fisik, perlu juga disiapkan kesiapan mental karena setelah melihat film Veronica Guerin, seorang journalist harus benar-benar siap dalam menghadapi situasi yang mengancam.baik mengancam dirinya sendiri maupun mengancam orang lain khususnya keluraga.

Sebenarnya menjadi seorang wartawan atau menjadi seorang journalist adalah sesuatu yang menarik. Kita yang terjun langsung melihat disekeliling kita mengenai apa yang terjadi, sedangkan masyarakat hanya tahu perkara yang sedang terjadi keesokan harinya ketika  berita itu dimuat. Selain itu, wartawan adalah orang-orang yang paling tahu bahkan bisa dibilang berkuasa karena ia terjun langsung ke lapangan melihat kejadian secara langsung sehingga ia bisa tahu sampai ke akar permasalahan sedangkan masyarakat hanya tahu dipermukaan saja. Seperti yang digambarkan pada film veronica Guerin bahwa ia tahu sampai ke motif-motif pembunuhan yang terjadi dan apa yang sedang terjadi karena ia melihat dan melakukan wawancara langsung terhadap kepada para pelaku yang berperan. Namun hal itu sangatlah membutuhkan suatu keahlian dan kelihaian dalam berbicara dan menarik perhatian para narasumber yang menjadi target wawancara. Dan percayalah, hal itu sangatlah tidak mudah. Memiliki kemampuan berbicara yang lihai itu perlu teknik-teknik tertentu.

Namun sayangnya ada opini yang sedang berkembang saat ini mengenai journalist atau seorang wartawan mengenai masalah pendapatan. Mencari gagasan yang sedang berkembang, mencari berita, dan kemudian menulis sebuah berita sangatlah tidak mudah. Perlu banyak pengorbanan baik dari segi fisik, mental, maupun waktu. Seorang wartawan jarang memiliki waktu yang teratur karena ada deadline berita yang harus dikejar. Namun issu yang berkembang adalah gaji seorang wartawan itu sangat kecil. Mungkin bagi orang yang obsesinya kuat untuk mendapatkan gaji dalam bekerja akan senantiasa memikirkan hal tersebut, namun buat Saya, tanpa seorang wartawan, tanpa seorang journalist, semua orang akan buta dan haus akan informasi. Tanpa mereka, kita tidak akan tahu apa yang sedang terjadi di dunia luar, di Negara lain, di daerah lain. Dapat kita bayangkan tanpa seorang journalist, bisa saja prilaku manusia tidak berubah. Karena media massa dapat merubah prilaku seperti yang digambarkan dalam film Veronica Guerin. Dimana digambarkan ketika veronica menulis sebuah artikel yang memicu reaksi dari masyarakat sekitar Dublin yang melakukan aksi demonstrasi. Mereka mendesak pemerintah agar segera menindaklanjuti para pengedar dan Bandar narkoba yang berkeliaran.

Ketika melihat film veronica Guerin, Saya semakin menyadari bahwa memasuki dunia wartawan dan kewartawanan adalah memasuki dunia penuh risiko, dan wartawan merupakan ristaker cerdas, yang selalu mampu merespon dan mengantisipasi semua risiko hidup dan kehidupannya. Amat sangat beresiko. Dan itu sangat tergambar jelas di film tersebut. Oleh karena itu, buat Saya seorang journalist atau wartawan pantas disebut sebagai seorang LASKAR INFORMASI karena ia bagaikan seorang prajurit dalam mencari sebuah informasi demi sebuah perubahan. Tanpa seorang journalist, kita tidak akan tahu apakah gambaran yang ada dikepala kita mengenai kenyataan sama dengan apa yang ada di luar diri kita.

“Terkadang kehidupan yang sulit dan berliku membuat kita hidup lebih dewasa

dan siap menghadapi kesulitan hidup selanjutnya.

Dan memang itulah kehidupan”

(Aisyah)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.